Bantentv.com – Setiap anak memiliki cara atau gaya belajar yang berbeda-beda, dan hal ini ternyata erat kaitannya dengan sistem persarafan dalam tubuh.
Menurut para ahli pendidikan, gaya belajar seorang anak bisa dipengaruhi oleh dominasi sistem saraf pada indera tertentu, seperti mata, telinga, hingga anggota gerak seperti tangan dan kaki.
Sistem saraf bekerja seperti kabel listrik yang menghubungkan informasi dari indera ke otak, lalu memprosesnya menjadi tindakan.
Ketika saraf dominan berada di mata, maka anak cenderung memiliki gaya belajar visual. Sebaliknya, jika saraf dominan berada di telinga, maka anak akan lebih mudah menyerap pelajaran melalui pendengaran atau dikenal dengan gaya belajar auditori.
Sementara itu, anak yang saraf dominannya berada di tangan atau kaki cenderung memiliki gaya belajar kinestetik, yakni menyerap informasi melalui gerakan atau aktivitas fisik.
Berikut ini ciri-ciri gaya belajar anak:
Visual
Jika anak cenderung belajar dengan melihat, maka mereka fokus pada tampilan visual guru, suka membaca buku dengan highlight warna-warni, dan akan kesulitan belajar jika duduk terlalu jauh dari papan tulis.
Auditori
Anak lebih mudah belajar dengan mendengarkan. Mereka bisa tampak tidak memperhatikan guru karena tidak menatap langsung, tetapi sebenarnya mendengarkan dengan saksama.
Anak seperti ini biasanya senang dibacakan cerita dan sering membaca buku dengan suara keras.
Kinestetik
Anak membutuhkan gerakan untuk memahami materi. Mereka lebih mudah memahami pelajaran sambil menggambar, membuat kerajinan, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
Tipe ini sering disalahpahami sebagai anak yang tidak bisa diam, padahal sebenarnya itu bagian dari proses belajar mereka.
Menariknya, dominasi sistem saraf ini juga berkaitan dengan bakat dan kecerdasan anak. Anak dengan kecerdasan visual spasial biasanya menyukai aktivitas seperti menggambar, desain, atau membuat karya tangan (DIY).
Sementara anak dengan dominasi kinestetik umumnya menunjukkan ketertarikan pada aktivitas olahraga atau permainan yang melibatkan fisik, seperti basket atau sepak bola.
Baca Juga: Lima Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat dari Gaya Menulis Huruf X
Pemahaman terhadap gaya belajar anak penting agar orang tua dan guru tidak keliru dalam memberikan pendekatan belajar.
Anak yang tampak tidak fokus belum tentu tidak memperhatikan. Bisa jadi, mereka hanya menggunakan cara belajar yang berbeda.
Dengan memahami gaya belajar yang sesuai, anak-anak akan lebih mudah meraih prestasi, tumbuh percaya diri, dan yang terpenting adalah menikmati proses belajar.
Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.