Bantentv.com – Menjelang Ramadan yang tinggal menghitung hari, umat Islam dianjurkan melakukan persiapan lahir dan batin.
Ramadan bukan bulan biasa, bulan ini menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Karena itu, menyambut Ramadan sebaiknya diawali dengan membersihkan hati, memperbaiki sikap, serta menyelesaikan urusan yang masih tertunda.
Dilansir dari NU Online, dalam kitab At-Targhib wat Tarhib, Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri mengingatkan agar umat Islam menjauhi amalan yang dapat menghalangi diterimanya ibadah, terutama saat memasuki Ramadan.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُمْ صَرْفاً وَلَا عَدْلاً عَاقٌّ، وَمَنَّانٌ، وَمُكَذِّبٌ بِالقَدَر (طبراني).
Artinya, “Dari sahabat Abu Umamah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tiga orang yang tidak diterima ibadah wajib dan ibadah sunnahnya, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang mengungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir,’” (HR At-Thabarani). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 263).
Baca Juga: Empat Amalan yang Boleh Dilakukan Wanita Haid di Bulan Ramadan
Pesan tersebut menjadi pengingat penting agar Ramadan dijalani dengan hati yang bersih dan sikap yang lebih baik.
Berikut tujuh persiapan yang dapat dilakukan menjelang Ramadan, yaitu:
- Meminta maaf kepada orang tua jika masih hidup sebagai bentuk bakti dan penghormatan.
- Menziarahi makam orang tua apabila telah wafat untuk mendoakan dan mengenang jasa mereka.
- Berbagi dengan ikhlas tanpa menyebut-nyebut pemberian yang telah dilakukan.
- Menerima dan rida atas segala ketetapan Allah SWT.
- Memohon maaf kepada orang-orang yang pernah disakiti atau dizalimi.
- Mengembalikan hak milik orang lain yang mungkin masih tertahan.
- Menjalin silaturahim serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Ramadan diharapkan menjadi momen pembaruan diri, tidak sekadar rutinitas tahunan.
Persiapan yang matang akan membantu setiap Muslim menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh makna.