Selasa, Februari 17, 2026
BerandaReligiJumat Terakhir Rajab 1447 H Bertepatan Isra Mikraj, Begini Amalannya!

Jumat Terakhir Rajab 1447 H Bertepatan Isra Mikraj, Begini Amalannya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Umat Islam saat ini berada di penghujung bulan Rajab 1447 Hijriah, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Pada akhir bulan Rajab ini terdapat waktu yang dianggap istimewa, yaitu Jumat terakhir yang bertepatan dengan tanggal 27 Rajab.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat terakhir bulan Rajab 1447 H jatuh pada tanggal 16 Januari 2026.

Tanggal ini bertepatan dengan 27 Rajab, sehingga dua momentum penting berkumpul dalam satu hari, yakni Jumat terakhir Rajab dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Isra Mikraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis), kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha.

Kondisi ini menjadikan bulan Rajab, khususnya di hari-hari terakhirnya, semakin memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam. Oleh karena itu, banyak kaum Muslimin memanfaatkan akhir bulan Rajab untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah.

Bulan Rajab dalam Hadits dan Tradisi Keilmuan Islam

Dalam sejumlah riwayat hadits, bulan Rajab disebut sebagai bulan yang memiliki keutamaan tersendiri. Disebutkan dalam hadits riwayat ad-Dailami bahwa Rajab adalah bulannya Allah (syahrullâh). Ketika Nabi Muhammad SAW melihat hilal bulan Rajab, beliau memanjatkan doa:

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan” (HR Ahmad, al-Muttaqi al-Hindi dan lainnya).

Dalam ajaran Islam, amalan yang berkaitan dengan bulan Rajab sangat beragam, mulai dari doa, zikir, hingga ritual ibadah lain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, serta para ulama setelahnya. 

Keutamaan Zikir pada Jumat Terakhir Rajab

Dilansir dari NU Online, terdapat amalan khusus yang disebutkan berkaitan dengan Jumat terakhir Rajab.

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
(Ahmadu Rasulullahi muhammadur rasulullahi)

Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah”.

Orang yang mengamalkan zikir ini pada hari tersebut diyakini tidak akan kekurangan rezeki sepanjang tahun.

Zikir ini dibaca sebanyak 35 kali ketika khatib berada di mimbar dan menyampaikan khutbah Jumat kedua.

Baca Juga: Larangan-larangan di Bulan Rajab yang Wajib Ditetahui

Keutamaan amalan ini disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Hamid bin Muhammad Ali Quds. Dalam kitab tersebut, seperti dinukil NU Online, Syekh Ali al-Ajhuri mengatakan:

أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِأَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ (خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Artinya: “Sesungguhnya barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca: ‘Ahmadu Rasulullahi muhammadur rasulullahi’ (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).”

Dengan memahami keutamaan akhir bulan Rajab, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, serta memperkuat persiapan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -