Bantentv.com – Setelah perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa kembali merayakan Cap Go Meh. Tradisi ini digelar pada malam ke-15 dalam kalender China dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian perayaan Imlek.
Cap Go Meh menjadi momentum penting bagi etnis Tionghoa untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon harapan baik serta mengusir kesialan di masa mendatang.
Pengertian Cap Go Meh
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien atau Tio Ciu. “Cap go” berarti lima belas, sedangkan “meh” bermakna malam. Secara harfiah, Cap Go Meh berarti malam ke-15, yakni malam kelima belas setelah Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan bulan purnama pertama.
Baca Juga: Imlek 2577 di Serang Diwarnai Tradisi Fangsheng hingga Mandi Kembang di Vihara Avalokitesvara
Dalam tradisi Tionghoa, momen ini juga menandai penutupan perayaan Tahun Baru Imlek yang biasanya dirayakan secara meriah melalui prosesi budaya maupun kegiatan religius.
Dalam bahasa Mandarin, Cap Go Meh dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lentera. Perayaan ini juga disebut Shang Yuan Jie dan menjadi salah satu festival penting dalam budaya Tionghoa.
Tradisi Selama Perayaan
Sesuai sebutannya sebagai Festival Lentera, Cap Go Meh identik dengan lampion merah yang menghiasi berbagai sudut kota dan tempat ibadah. Menyalakan lampion bukan sekadar hiasan, tetapi melambangkan doa serta harapan akan masa depan yang lebih cerah.
Selain itu, tradisi menebak teka-teki yang ditempel pada lampion juga menjadi bagian dari kemeriahan perayaan. Mereka yang berhasil menjawab biasanya akan mendapatkan hadiah.
Baca Juga: Xin Nian Kuai Le atau Gong Xi Fa Cai? Ini Perbedaannya di Imlek 2026
Perayaan Cap Go Meh juga kerap diramaikan dengan pertunjukan barongsai, atraksi budaya, hingga sajian khas seperti tangyuan atau ronde, yakni bola-bola ketan berisi manis yang melambangkan kebersamaan dan keharmonisan keluarga.
Di sejumlah daerah, Cap Go Meh juga dikenal sebagai pesta Goan Siauw, yang berkaitan dengan peringatan hari lahir Dewa Langit dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Pada masa lampau, perayaan ini bahkan diramaikan dengan pertunjukan wayang dan sandiwara.
Dengan berbagai tradisi yang sarat makna, Cap Go Meh tidak hanya menjadi penutup rangkaian Imlek, tetapi juga simbol harapan dan kebersamaan bagi masyarakat Tionghoa.
Editor : Erina Faiha