BerandaBeritaKenang 16 Korban, KAI Akan Dirikan Tugu di Stasiun Bekasi Timur 

Kenang 16 Korban, KAI Akan Dirikan Tugu di Stasiun Bekasi Timur 

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan rencana pembangunan tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur.

Tugu tersebut akan didedikasikan untuk mengenang 16 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pembangunan tugu ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga wujud empati kepada keluarga korban tragedi di Bekasi.

“Kami mau bikin tugu di sini. Tolong didukung ya,” kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 5 Mei 2026, dikutip dari Tempo.

Karangan Bunga di Bekasi Tetap Dirawat

Selain rencana pembangunan tugu, pihak KAI juga berkomitmen menjaga karangan bunga yang memenuhi area Stasiun Bekasi Timur. 

Bobby menyatakan seluruh jajaran akan merawat bunga-bunga tersebut agar tetap terjaga dalam waktu yang lama. “Kalau bisa tahan selama mungkin. Tadi minta disiram, ya kami siram,” ungkapnya.

Langkah ini dilakukan agar peristiwa duka di Bekasi tidak cepat dilupakan, sekaligus menjadi pengingat atas pentingnya keselamatan transportasi.

Pendampingan Korban dan Keluarga

KAI juga memastikan seluruh korban kecelakaan di Bekasi, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka, mendapatkan perhatian penuh. Pendampingan diberikan secara menyeluruh, mulai dari penanganan medis hingga pemenuhan hak korban.

“Kami menghantarkan sampai ke liang kubur dan tentunya kami mengurusi semua hak-hak dari korban. Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full,” kata Bobby.

Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab KAI terhadap para korban tragedi di Bekasi serta keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Kisah Haru di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dari Cooler Bag ASI hingga Korban Ulang Tahun

Sebagaimana yang diketahui sebelumnya, peristiwa tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berada di jalur berbeda.

Kejadian bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalur 1. Dampak dari insiden awal tersebut memicu gangguan perjalanan kereta di lokasi.

KRL yang berada di jalur 2 dari arah Jakarta menuju Cikarang kemudian berhenti. Tidak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek melintas dan menabrak salah satu gerbong, tepatnya gerbong perempuan.

Akibat kecelakaan di Bekasi ini, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -