Bantentv.com – Kalau kamu pernah makan sushi, pasti kenal dengan pasta hijau kecil yang rasanya pedes banget sampai ke hidung, wasabi!
Namun, tahukah kamu bahwa hampir semua wasabi yang kita konsumsi sebenarnya bukan wasabi asli? Yap, mayoritas wasabi di restoran sushi hanyalah campuran lobak pedas (horseradish), mustard, dan pewarna hijau.
Menariknya, horseradish ini ternyata masih satu keluarga dengan sayuran akar lain seperti lobak, wortel, bahkan singkong dan semua tanaman akar ini punya satu kesamaan penting: mereka mengandung serat, si nutrisi yang sering disepelekan tapi krusial banget buat kesehatan tubuh kita.
Nah, biar makin paham, yuk simak 5 fakta menarik seputar wasabi dan serat berikut ini!
Wasabi Asli itu Langka dan Mahal
Wasabi asli berasal dari tanaman Wasabia japonica yang tumbuh di Jepang. Tanaman ini butuh air pegunungan yang jernih, sejuk, dan kondisi lingkungan super spesifik.
Itu sebabnya wasabi asli harganya bisa selangit, bahkan masuk jajaran rempah paling mahal di dunia. Jadi wajar banget kalau hampir tidak ada restoran sushi di luar Jepang yang benar-benar menggunakan wasabi asli.
90% Wasabi di Pasar Itu “Palsu”
Karena wasabi asli langka, mayoritas wasabi yang kita temui hanyalah ‘KW-an’. Menurut The Wasabi Company, kebanyakan wasabi di luar Jepang bukan wasabi asli melainkan campuran horseradish dan pewarna hijau, karena wasabi asli sulit dibudidayakan dan mahal.
Mereka juga menyebut bahwa rasa wasabi asli lebih segar dan hangatnya cepat hilang, berbeda dengan wasabi palsu yang lebih ‘tajam’ dan lama di lidah.
Funfact! Pedas wasabi asli cuman bertahan sekitar 15 menit setelah diparut, lho! Jadi, chef sushi biasanya harus parut wasabi segar setiap kali akan disajikan.
Horseradish: Sang Penyamar yang Ternyata Bergizi
Walau sering dianggap ‘palsu’, horseradish bukan sekadar pengganti. Akar putih ini ternyata memiliki kandungan serat, vitamin C, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat.
Menurut USDA, 100 gram horseradish mengandung sekitar 3,3 gram serat. Walaupun posi wasabi di sushi kecil banget, tetapi tetap bisa nyumbang serat.
Serat Itu Penting Banget, Tapu Sering Terlupakan
Serat adalah bagian dari makanan nabati yang tidak bisa dicerna tubuh namun justru penting banget buat kesehatan.
Ada dua jenis serat:
· Serat larut (baik untuk menurunkan kolestrol dan gula darah)
· Serat tidak larut (melancarkan pencernaan).
Sayangnya, menurut Riskesdas 2018, konsumsi serat orang Indonesia rata-rata hanya 10,5 gram per hari, jauh di bawah anjuran WHO, yaitu 25 – 30 gram per hari. Jadi nggak heran kalau masalah pencernaan sering jadi keluhan sehari-hari. 5.
Pangan Lokal Kaya Serat, Murah, dan Sehat
Kalau horseradish bisa jadi ‘wasabi palsu’, Indonesia justru punta banyak sumber serat asli yang gampang didapat.
Sayuran hijau, buah tropis, singkong, jagung, sampai ubi adalah contoh pangan lokal yang kaya serat dan murah meriah. Bahkan, beberapa sumber pati, seperti pisang rebus atau kentang dingin mengandung pati resisten yang dungsinya mirip serat, bagus banget buat kesehatan usus.
Serat Lebih dari Sekadar Pasta Hijau di Pinggir Piring Sushi
Dari cerita wasabi ini, kita jadi tau kalau makanan tidak selalu seperti yang terlihat. Meski kebanyakan “wasabi” di sushi hanyalah horseradish KW, ternyata tetap ada manfaat yang bisa kita ambil, terutama kandungan seratnya.
Tapi tentu saja, tubuh kita butuh jauh lebih banyak serat daripada sekadar pasta hijau di pinggir piring sushi. Kabar baiknya, Indonesia punya segudang sumber serat asli yang murah, segar, dan mudah didapat.
Jadi, daripada hanya mengandalkan sushi, kenapa nggak mulai isi piring harian kita dengan buah, sayur, atau umbi-umbian lokal? Selain lebih sehat, tubuh pun bakal makin happy.
Sumber:
The Wasabi Company. 2023. Real Wasabi vs Fake Wasabi: How to Tell the Difference
USDA FoodData Central. 2024. Horseradush, raw.
Kementrian Kesehatan RI. 2018. Laporan Riskedas 2018.