Bantentv.com – Menjadi seorang ibu pekerja tidaklah mudah. Selain berperan sebagai ibu yang harus mengawasi sekaligus memberikan kasih sayang penuh terhadap anak-anak, seorang ibu pekerja juga dituntut untuk memenuhi dan melengkapi ekonomi keluarga.
Potret itulah yang banyak ditemukan di tengah masyarakat Indonesia saat ini. Menjadi ibu pekerja merupakan pilihan yang tidak sedikit dilakoni banyak perempuan.
Meski tidak sedikit juga yang memilih berhenti berkarir demi anak. Sebagian menganggap tidak ingin melewati masa keemasan dan tumbuh kembang anak.
Namun apapun pilihannya, Ibu pekerja tetap perllu diapresiasi, diberikan support dan dukungan dari orang-orang terdekat termasuk kebijakan dari pemerintah pusat.
Adalah vokalis Band Kotak, Tantri Syalindri yang terinsipirasi dari kehidupan dan pengalaman pribadinya menjadi seorang Ibu yang masih menjalani karir sebagai pemusik untuk turut membantu perekonomian keluarga.
Berangkat dari pengalaman pribadinya itulah, Tantri menciptakan sebuah single lagu berjudul ‘Ibu Pekerja’. Ini merupakan debut pertamanya menyanyi solo tanpa diiringi band Kotak.
Bukan sekadar mencintai pekerjaan, namun lebih dari itu adalah ingin memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak di kemudian hari. Inilah yang menjadi inti dari lagu ‘Ibu Pekerja’ yang dibawakan Tantri.
Sejak lagu ini dirilis pada 17 Mei 2026, telah mendapat hati di pecinta musik Indonesia terutama bagi perempuan yang berjuang membantu mencari nafkah keluarga.
Lagu ‘Ibu Pekerja’ sendiri mengangkat potret seorang ibu yang harus berbagi peran antara bekerja, mengurus keluarga, anak hingga mengurus dirinya sendiri.
Tidak sedikit kekurangan yang dimiliki seorang ibu yang memilih untuk masih tetap bekerja. Selain karena membantu perekonomian keluarga, juga turut karena banyak faktor lainnya.
Baca Juga: Lirik Lagu “Seketika” Rizwan Fadilah Mahalini dan RnBoyz, Kisah Jatuh Cinta yang Datang Tiba-Tiba
Dalam unggahan akun Instagram pribadi Tantri Syalindri, dirinya menyatakan keresahan.
“Mau sampai kapan nyanyi? Kasihan anak-anaknya.” Kalimat yang mungkin terdengar biasa untuk sebagian orang, tapi cukup menyesakkan untuk seorang ibu yang sedang berusaha menjalani perannya sebaik mungkin. Lagu ini lahir dari kejujuran hati. Dari keluhan, keresahan, dan rasa bersalah yang sering datang saat menjalani peran sebagai Ibu Pekerja,” tulis Tantri di Instagram pribadinya.
“Keresahan yang sering datang tiap malam, setelah pulang menghibur banyak orang, akhirnya membuat saya dan @ardahatna menulis lagu ini. Semoga lagu ini bisa menjadi pelukan kecil untuk semua Ibu Pekerja yang selama ini kesulitan mengutarakan perasaannya.” Lanjut Tantri.
Lagu ini juga menggambarkan bahwa ibu pekerja bukanlah sebuah kesempurnaan, ada rasa lelah yang harus ditutup dengan senyuman dan rasa bersalah saat harus meninggalkan anak untuk bekerja.
Lewat lagu ini, Tantri justru merayakan ketidaksempurnaan itu. Apalagi kondisi sebagai ibu pekerja juga dirasakan secara langsung oleh Tantri.
Ia sendiri merupakan seorang ibu pekerja yang harus mengurus kedua anaknya namun di satu sisi juga harus tetap berkarya.
Hadirnya lagu ini diharapkan bisa menjadi teman bagi para ibu yang saat ini merasa bersalah.
Padahal menjadi Ibu pekerja bukanlah sebuah kesalahan. Bukankah hidup ini memang keras? Membutuhkan banyak hal yang tidak mudah untuk mendapatkannya.