​Serang, Bantentv.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang berkomitmen mengentaskan persoalan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di jalanan. Bukan sekadar melakukan penertiban, Dinsos Kota Serang menerapkan pendekatan humanis melalui proses penjangkauan yang edukatif hingga pemberian pelatihan kerja kepada PPKS agar dapat mandiri.
​Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini dirasakan mantan pengamen jalanan yang kini telah sukses beralih profesi menjadi pemilik bengkel motor di kawasan Mutiara 2, Kecamatan Serang, Kota Serang bernama Aliyudin dan Khaerul Effendi.
​Saat berdiskusi dengan Pokja Wartawan Kota Serang, bersama Kepala Dinas Sosial Kota Serang Kusna Ramdani dan jajaran di Cafe Ergana, Lingkungan Cowe, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis petang, 21 Mei 2026, mereka mengungkapkan pernah  menghabiskan waktu dengan mengamen dari Cikande, Tigaraksa, hingga Balaraja, hidupnya berubah total setelah bertemu dengan petugas Dinsos Kota Serang sekitar tahun 2018–2019 lalu.
​Setelah melalui proses sharing dan asesmen yang mendalam, keduanya bersedia mengikuti pelatihan perbengkelan selama tiga bulan di Rangkasbitung yang difasilitasi oleh pihak Dinsos.
“Dulu waktu SMP saya sudah ikut-ikut ngamen sembunyi-sembunyi dari orang tua. Sampai akhirnya ketemu orang Dinsos waktu mau Corona itu, ditawarin pelatihan perbengkelan selama 3 bulan. Pulangnya langsung dikasih modal alat-alat lengkap seperti kompresor, alat bakar, dan kunci-kunci,” ujarnya Aliyudin.
Baca Juga: Dinsos Kota Serang Gencarkan Sosialisasi Larangan Memberi ke PMKS
​Meski pendapatan dari bengkel berjalan dan servis panggilan ini tidak menentu berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari Aliyudin dan Khaerul sangat bersyukur. Dari hasil keringatnya membengkel, Aliyudin kini mampu menghidupi seorang istri dan anaknya.
​”Masih sangat semangat buka bengkel, karena sekarang ada yang harus diurusin, ada keluarga yang menjadi tanggung jawab saya. Di jalanan pahit manisnya sudah tahu, sekarang waktunya menjalani yang manis-manisnya saja lewat usaha sendiri,” tambahnya.
​Aliyudin dan Khaerul juga menitipkan pesan menyentuh untuk teman-temannya yang saat ini masih bertahan hidup dijalanan.
“Semoga (teman-teman di jalanan) bisa berubah seperti saya, menjalani hidup sendiri dan lebih mandiri,” harap Aliyudin.
​Kepala Dinsos Kota Serang, Kusna Ramdani,  menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin program pelatihan ini menjadi sia-sia. Oleh karena itu, Dinsos menerapkan proses asesmen yang sangat ketat sebelum mengirimkan peserta pelatihan.
​”Kami tidak mau asal kirim orang, lalu setelah pulang dan dapat bantuan alat, usahanya tidak jalan atau alatnya malah hilang. Makanya kami benar-benar lakukan asesmen, kita rangkul baik-baik, kita ‘elus-elus’ sampai mereka mau berubah,” kata Kusna Ramdani.
​Kusna Ramdani mencontohkan mantan pengamen yang kini sukses membuka bengkel di Mutiara 2, Kecamatan Serang, Kota Serang tersebut sebagai potret keberhasilan yang dipantau ketat oleh Dinsos.
​”Kita monitor terus. Ternyata beliau ini bagus, alatnya masih utuh bahkan bertambah. Kalau kami tengok ke sana, kami juga tidak dengan tangan kosong, kami bantu tambahkan lagi apa yang kurang, seperti kekurangan kunci atau kursi,” jelasnya.
​Selain pelatihan perbengkelan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, Dinsos Kota Serang juga telah sukses menyelenggarakan pelatihan barista (peracik kopi).
Barista telah selesai dilaksanakan untuk 50 orang peserta dengan menghadirkan narasumber barista profesional dari Pemerintah Provinsi Banten lengkap dengan pemberian sertifikat serta modal biji kopi untuk dicoba dirumah.
Menurut Kusna pelatihan perbengkelan saat ini sedang berjalan. Pihak Pemprov Banten mengalokasikan kuota 40 orang untuk dibagi ke 8 Kabupaten/Kota.
​”Kota Serang saat ini mendapatkan jatah 3 orang dari provinsi. Sebenarnya mestinya 5 orang, jadi kita masih kurang 2 orang lagi. Saat ini tim TRC (Tim Reaksi Cepat) kami sedang melakukan penjangkauan lagi di lapangan secara hati-hati untuk memenuhi kuota tersebut,” tutur Kusna.
​Di sisi lain, terkait penertiban PPKS Kusna Ramdani mengimbau masyarakat untuk mendukung program ini dengan tidak memberikan uang dijalanan.
Dinsos Kota Serang terus menurunkan 1 hingga 2 tim TRC untuk berpatroli dan memberikan edukasi kepada masyarakat di lapangan.