Bantentv.com – Fenomena ekuinoks yang terjadi pada 20 Maret 2026 kerap menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang mengira peristiwa ini bisa memicu perubahan suhu ekstrem hingga berdampak pada kesehatan.
Padahal, secara ilmiah, ekuinoks merupakan fenomena alam yang sepenuhnya aman dan terjadi rutin setiap tahun.
Ekuinoks terjadi ketika posisi Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Pada tahun ini, fenomena tersebut berlangsung pada pukul 21.46 WIB.
Akibatnya, durasi siang dan malam di hampir seluruh wilayah Bumi menjadi hampir sama, masing-masing sekitar 12 jam.
Baca Juga: Jangan Lewatkan ! 3 Fenomena Langit yang Akan Terjadi dalam Waktu Dekat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sekitar 23,5 derajat serta pergerakan Bumi mengelilingi Matahari.
“Pada Equinox Maret, Matahari bergerak dari selatan ke utara,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Meski disebut sebagai momen keseimbangan siang dan malam, faktanya durasi keduanya tidak benar-benar sama persis.
NASA menjelaskan bahwa atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari saat terbit dan terbenam, sehingga siang hari sedikit lebih panjang beberapa menit.
Fenomena ini juga menjadi momen unik karena kutub utara dan selatan Bumi sama-sama menerima sinar Matahari secara bersamaan.
Baca Juga: Tak Sekadar Fenomena Langit, Gerhana Bulan Penuh Cerita Mistis dan Legenda
Sementara di wilayah khatulistiwa, Matahari akan berada hampir tepat di atas kepala saat tengah hari.
Setelah melewati 20 Maret, posisi Matahari akan terus bergerak ke arah utara hingga mencapai titik balik matahari (solstis) pada Juni.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Ekuinoks adalah bagian dari siklus alami Bumi yang tidak membawa dampak berbahaya bagi kehidupan sehari-hari.