Bantentv.com – Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) dikenal sebagai spesies invasif yang berdampak negatif terhadap ekosistem perairan. Ikan ini memakan telur dan larva ikan lokal serta merusak habitat di sungai dan danau. Populasinya yang berkembang pesat dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan dan mengancam kelestarian spesies asli. Selain itu, tubuhnya yang keras dan berduri juga kerap merusak jaring nelayan.
Dampak Terhadap Ekosistem
Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu mampu mendominasi perairan dan menekan populasi ikan lokal. Perilakunya yang membuat sarang di tebing sungai dapat merusak struktur tanah di sekitar perairan. Dominasi ikan ini berpotensi mengganggu rantai makanan sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan dan menurunkan keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Tetap Eksis! Pengrajin Sapu Lidi di Lebak Bertahan di Tengah Tantangan
Risiko Kesehatan Jika Dikonsumsi
Selain berdampak pada lingkungan, ikan sapu-sapu juga berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi, terutama bila berasal dari perairan tercemar. Ikan ini berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, kadmium, dan timbal yang dapat terakumulasi dalam tubuh.
Kandungan tersebut dapat memicu gangguan kesehatan seperti mual, muntah, diare, hingga kerusakan ginjal dan hati dalam jangka panjang. Selain itu, ikan sapu-sapu juga berisiko terkontaminasi bakteri dan mikroplastik karena hidup di dasar perairan yang banyak mengandung limbah.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mengonsumsi ikan sapu-sapu, terutama yang berasal dari perairan dengan tingkat pencemaran tinggi.
Editor : Erina Faiha