Serang, Bantentv.com – Tak banyak yang menyangka, limbah kayu dan bambu bisa berubah menjadi sumber penghidupan bernilai jutaan rupiah. Di sebuah sudut Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, perajin replika unta, Uki membuktikan bahwa ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan.
Hampir delapan tahun lalu, Uki hanyalah penjual kipas angin di acara manasik haji. Ia melihat satu hal sederhana yang luput dari perhatian banyak orang: peserta ingin berfoto, namun tak ada replika unta yang merepresentasikan suasana Tanah Suci.
Berbekal kayu bekas, bambu, kawat, busa, dan kain rasfur, Uki mulai merangkai replika unta secara manual.
Semua dikerjakan sendiri, dari membangun kerangka hingga memastikan bentuknya menyerupai unta asli.
“Awalnya coba-coba. Saya pikir, kenapa tidak bikin sendiri?” tutur Uki.
Baca Juga: Dari Desa Margasana, Perajin Replika Unta Asal Serang Tembus Pasar Nasional
Perjalanan itu tidak instan. Usaha pembuatan replika unta mulai ia rintis sejak 2016–2017.
Setiap replika membutuhkan ketelitian tinggi dan kesabaran. Dalam tiga hari, Uki mampu menyelesaikan dua unit unta yang siap dipasarkan.
Hasilnya perlahan berbicara
Kini, karya buatan Uki telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Bali, karya tangannya menjadi properti favorit di acara manasik haji dan kegiatan keagamaan.
Dalam setahun, Uki mampu menjual sekitar 80 hingga 90 unit replika unta. Harga jualnya pun tidak murah, mulai dari Rp2,2 juta hingga Rp5 juta per unit, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaan.
“Yang penting rapi dan kuat. Kalau kualitas bagus, pembeli akan datang lagi,” ujarnya.
Di balik cuan yang dihasilkan, ada pesan sederhana yang ingin Uki sampaikan. Usahanya bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang bertahan, membaca peluang, dan tidak gengsi memulai dari nol.
Di sisi lain, Uki berharap, usaha replika unta yang ia tekuni dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
Baginya, setiap potongan limbah yang dirangkai adalah bukti bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha.