BerandaBeritaWali Kota Cilegon Minta Chandra Asri Stop Beroperasi

Wali Kota Cilegon Minta Chandra Asri Stop Beroperasi

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Akibat kebocoran dari pabrik PT. Chandra Asri, sehingga menimbulkan bau minyak atau bensin yang menyengat di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Wali Kota Cilegon Heldy Agustian meminta PT Chandra Asri untuk memberhentikan operasional sementara. Karena akibat kebocran pabrik ini berdampak terhadap pencemaran udara dirasakan warga hingga radius lima belas kilometer.

Hal itu dikatakan Wali Kota Cilegon saat melakukan tinjauan ke PT. Chandra Asri bersama dengan Dandim 0623 Cilegon , Sabtu, 20 Januari 2024.

“Kita meminta PT Chandra Asri untuk memberhentikan operasional pabrik dahulu sampai hasil laboratorium diumumkan. Kesimpulan ini diambil setelah dilakukannya mediasi dengan pihak Chandra Asri bersama dengan warga sekitar yang terdampak langsung,”katanya.

Sementara itu, dampak dari pencemaran udara tersebut terasa sampai radius lima belas kilometer, yakni Kecamatan Ciwandan, Citangkil, Purwakarta, Grogol, dan Pulomerak. Bahkan sampai di sebagian wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang.

“Kami meminta kepada PT Chandra Asri untuk stop beroperasi terlebih dahulu, kemudian diambil sampling agar bisa segera oleh Kabis LH di cek ke laboratorium apakah ini membahayakan atau tidak untuk masyarakat Kota Cilegon,” ujar Helldy.

Salah satu warga Ciwandan, Fahmi mengaku, dampak dari kegagalan pembakaran gas di cerobong ini berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada di sekitar pabrik, seperti bau tak sedap, mual-mual, hingga ada warga yang harus dilarikan ke rumah sakit.

“Ini adalah dampak dari kegagalan pembakaran gas di cerobong kemudian menimbulkan dampak kepada masyarakat di sekitar pabrik, seperti bau tidak sedap, mua-mual sampe ada warga yang harus dibawa ke rumah sakit,” kata Fahmi.

Sementara Advisor PT Chandra Asri Endang Suyitno pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap warga yang terkena dampak kejadian ini.

“Kami berkomitmen kepada warga yang terdampak akan segera ditangani, karena ini kejadiannya baru satu kali dan sifatnya tiba-tib. Jadi kita tidak siap juga tapi kita juga perlu siap-siap juga dan akan kita tangani secepatnya,” jelasnya.

Saat ini, penanganan permasalahan ini tengah dilakukan perbaikkan oleh pihak perusahaan. (ali/red)

TERKAIT
- Advertisment -