Lebak, Bantentv.com – Bulan suci Ramadan di Kabupaten Lebak, Banten, tidak hanya soal ibadah, tetapi juga tradisi yang unik dan berkesan. Salah satunya adalah tradisi membunyikan meriam di Masjid Agung Al-Araaf, Rangkasbitung.
Suara dentuman meriam berasal dari sebuah pipa besi besar berdiameter sekitar 40 sentimeter. Karbit dimasukkan ke dalam meriam lalu disulut api, menghasilkan suara yang menggelegar dan khas.
Setelah waktu berbuka tiba, satu per satu meriam yang telah disiapkan dibunyikan oleh petugas secara bergantian.
Baca Juga: Letusan Meriam, Tradisi Unik yang Selalu Dinanti Warga Lebak di Bulan Ramadan
Chandra, petugas Masjid Agung Al-Araaf, mengatakan tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1928 dan tetap dijaga hingga saat ini.
“Dentuman meriam pertanda waktu berbuka puasa dan tanda imsak tiba,” jelasnya.
Salah satu warga, Yuli, mengaku sengaja berbuka puasa di masjid bersama anaknya untuk merasakan keunikan suara meriam.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imsakiyah Kabupaten Lebak Ramadan 2026
“Sempat kegiatan biasa, tapi ada keunikannya, yakni suara dentuman meriam,” ujarnya.
Tradisi meriam sundut di Rangkasbitung menjadi bukti bahwa Ramadan di Indonesia bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan dan pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.