Cilegon, Bantentv.com – Upaya penataan infrastruktur terus dilakukan di Kota Cilegon sebagai bagian dari program pembangunan daerah. Salah satu langkah yang kini berjalan adalah penanaman jaringan telekomunikasi sepanjang 14 kilometer ke bawah tanah oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).
Program ini menjadi bagian dari agenda penataan kota pada masa kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar, dengan tujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan aman.
Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi secara bertahap dengan Apjatel untuk memindahkan jaringan udara ke instalasi bawah tanah. Proses awal telah dilakukan melalui penertiban dan pemotongan jaringan lama.
“Alhamdulillah kita sudah melakukan pemotongan kabel dipindahkan ke instalansi bawah tanah,” katanya.
Menurut Robinsar, kesiapan Apjatel menjadi faktor pendukung utama dalam kelanjutan program ini. Pemindahan jaringan telekomunikasi akan difokuskan di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan protokol.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Dorong APJATEL Kembali Merapihkan Bekas Galian
“Kabelnya banyak ada 14 kilometer kanan kiri yang akan dipindahkan ke bawah tanah,” lanjutnya. Ia menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan hingga akhir Desember agar hasilnya segera dirasakan masyarakat.
Selain penataan jaringan, Pemerintah Kota Cilegon juga merencanakan perbaikan sarana pendukung lainnya. Robinsar menegaskan bahwa pembenahan trotoar, pembersihan gorong-gorong, serta perbaikan drainase akan dilakukan sebagai langkah mitigasi banjir.
“Kedepannya kami akan menata wajah kota lebih baik lagi dan kami juga memastikan mitigasi bencana banjir akan dilakukan,” tuturnya.
Di sisi pelaksana, Korwil Banten Apjatel Indonesia Noviana mengakui adanya kendala teknis selama proses pemindahan jaringan. Kondisi tanah yang keras dan berlapis karang membuat pengerjaan membutuhkan waktu lebih lama karena dilakukan dengan tenaga manusia.
“Hambatan kami hanya karena di sini tanahnya keras bawahnya karang jadi itu agak lambat karena kita juga kan pakai tenaga manusia,” jelasnya.
Meski demikian, ia menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah dalam menata kota agar terlihat lebih rapi dan tertata.
“InsyaAllah ga ada gangguan lain, perapihan butuh waktu terutama cabut tiang ada cor-corannya dan limbahnya juga nanti bakal kita rapihkan,” ujarnya.