BerandaReligiHadapi Armuzna, Kemenhaj Fokus Penataan Tenda dan Layanan Jemaah

Hadapi Armuzna, Kemenhaj Fokus Penataan Tenda dan Layanan Jemaah

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. 

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah saat ini fokus memperkuat skenario pelayanan serta mitigasi berbagai potensi kendala di lapangan menjelang Armuzna.

“Ini tinggal dua hari lagi masa puncak haji atau Armuzna; Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tentu kami sudah mempersiapkan dengan maksimal upaya-upaya antisipasi dan mitigasi beberapa masalah yang bisa muncul,” ujar Dahnil di Makkah, Jumat, dikutip dari laman resmi Kemenhaj RI.

Penataan Tenda Jadi Fokus Utama

Menjelang Armuzna, salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah ialah penataan tenda jemaah. Kemenhaj memastikan proses penempatan dilakukan lebih teratur berdasarkan kloter, daerah asal, hingga data nama jemaah.

Menurut Dahnil, tim petugas saat ini terus melakukan pengecekan langsung untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Simak Jadwal Lengkap Pergerakan Jemaah Haji RI di Armuzna

“Kami sudah memastikan masalah tenda untuk ada penertiban supaya semua jemaah nanti bisa mendapat tenda sesuai kebutuhan. Sekarang tim sedang memasang dan memastikan, misalnya kloter satu di mana, kloter dua di mana, Sumatera Utara di mana, Jawa Tengah di mana, bahkan kita cek by name,” jelasnya.

Persiapan Armuzna juga mencakup pengaturan alur pergerakan jemaah agar pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dapat berlangsung lebih tertib dan minim kendala.

Tinjau Fasilitas di Arafah

Sebelumnya, pada Kamis, 21 Mei 2026, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan Amirul Hajj dan pejabat Kementerian Haji dan Umrah RI melakukan peninjauan langsung ke tenda pemondokan syarikah Albait Guest di Arafah.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas penunjang Armuzna siap digunakan oleh jemaah haji saat puncak ibadah berlangsung.

“Tujuan peninjauan ini guna memastikan segala pelayanan di Armuzna dari syarikah dapat berjalan dengan baik. Termasuk kamar mandi dan toilet, kami pastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik dan siap digunakan oleh jemaah haji saat puncak ibadah nanti,” demikian keterangan dalam peninjauan tersebut, dikutip dari laman Instagram pribadinya.

Selain memastikan kesiapan fasilitas, pemerintah juga meminta seluruh pihak terkait meningkatkan koordinasi pelayanan selama fase Armuzna berlangsung.

Kemenhaj Tegaskan KBIHU Harus Tertib

Dalam keterangannya, Dahnil juga menegaskan seluruh pengaturan jemaah selama Armuzna harus berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, KBIHU dan seluruh pihak terkait diminta mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Saya dan Pak Menteri berulang kali menyatakan KBIHU harus tertib, karena pelaksana tunggal dari penyelenggaraan haji adalah Kementerian Haji dan Umrah. Maka semua aturan harus ikut komando Kementerian Haji dan Umrah,” tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar aturan dan berpotensi merugikan jemaah selama proses Armuzna.

“Kalau ada KBIHU atau oknum-oknum lain yang tetap bandel, saya pastikan kami akan segera cabut izinnya. Kami tidak mau jemaah dikorbankan dan dirugikan,” ujarnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -