Lebak Bantentv.com – Sebanyak 15 warga negara asing asal Italia mengikuti latihan pencak silat di Sanggar Putra Panglipur Banten, Kampung Rancasema, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, pada Jum’at kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, tampak anak-anak hingga remaja dari berbagai perguruan silat di wilayah Lebak hingga Tangerang menampilkan jurus-jurus andalan dengan iringan tabuhan gendang serta alunan terompet tradisional khas silat.
Para pesilat asal Italia juga tampak menyatu dengan suasana. Mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan ikat kepala dan kain batik merah di pinggang, mereka mengikuti arahan pelatih dengan serius, mulai dari gerakan dasar hingga latihan berpasangan.
Baca Juga: Pemprov Banten Perkuat Pelestarian Pencak Silat sebagai Warisan Budaya
Ketua Perguruan Pukulan Pentjak Silat Sera Italia, Massimilliano Morandini, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal pencak silat Indonesia sejak sekitar 20 tahun lalu.
Ia juga rutin datang ke Indonesia untuk memperdalam ilmu bela diri sekaligus mempelajari budaya, khususnya di Banten.
“Empat tahun lalu saya pertama kali bertemu Ibu Imas. Saya senang bisa terus berkolaborasi karena di perguruan ini terasa seperti keluarga besar,” ujarnya di sela kegiatan.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Guru Silat di Serang, 11 Korban Terungkap, Istri Pelaku Turut Diamankan
Menurutnya, pencak silat Banten memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain, terutama karena kuatnya nilai budaya dan sejarah perjuangan yang melekat dalam setiap gerakan.
“Saya suka budaya asli di Banten. Masyarakatnya baik hati dan saya merasa seperti bagian dari keluarga,” katanya.
Massimilliano menambahkan, perguruan silat yang dipimpinnya di Italia kini memiliki sekitar 600 anggota dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari tenaga medis hingga anak muda.
Baca Juga: Festival Pencak Silat di Lebak Meriahkan HUT ke-80 RI
Mereka tidak hanya mempelajari teknik bela diri, tetapi juga mendalami unsur budaya lain seperti pengobatan tradisional dan musik dalam pencak silat.
“Semua unsur budaya itu menarik bagi saya. Karena saya juga menulis buku tentang budaya, setiap detail budaya sangat penting,” tuturnya.
Sementara itu, pemilik Sanggar Putra Panglipur Banten, Imas, menyampaikan bahwa kunjungan pesilat asal Italia menjadi motivasi besar dalam upaya pelestarian budaya.
“Alhamdulillah hari ini kami kedatangan pesilat dari Italia. Ini bagian dari perjuangan kami untuk melestarikan dan mempromosikan kesenian budaya, khususnya pencak silat tradisional Banten,” ujarnya.
Imas menuturkan, dalam empat tahun terakhir pihaknya beberapa kali menerima kunjungan dari luar negeri, meskipun masih dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pemerintah.
“Kami berharap ke depan ada perhatian dan fasilitas dari pemerintah agar pelestarian budaya ini semakin berkembang,” katanya.
Editor : Erina Faiha