Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kota Serang resmi meluncurkan program Serang Mengaji sebagai salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia.
Meski identik dengan upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, program Mengaji ini diklaim sebagai bentuk penguatan toleransi bagi seluruh siswa di Kota Serang, termasuk murid non-Muslim.
Program Serang Mengaji dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kegiatan Mengaji tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, melainkan dirancang secara inklusif agar seluruh peserta didik dapat memperdalam ajaran agama dan keyakinan masing-masing.
“Kita diberikan kebebasan itu dan mengaktivasi sebuah murid-murid yang berbeda agama dengan kita. Silakan mengajar dengan kitab dan keyakinan, kita akan memberikan bahwa Kota Serang kota toleransi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri.
Nuri menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peluncuran program Serang Mengaji dan Tarhib Ramadan yang dihadiri ribuan pelajar di Alun-Alun Barat Kota Serang pada Jumat petang.
Baca Juga: Hadirkan Kesetaraan, Program ‘Serang Mengaji’ Juga Didorong bagi Siswa Non-Muslim
Ia menegaskan bahwa istilah ‘Mengaji’ tidak hanya dipahami dalam perspektif umat Islam, tetapi juga berlaku bagi pemeluk agama lain untuk belajar sesuai ajaran masing-masing.
“Ngaji itu dalam istilah bukan hanya perspektif kita yang umat Islam, tapi juga agama-agama lain juga silakan mengaji sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” jelasnya.
“Ada yang swasta Penabur kita dorong, ada yang di negeri murid non-Islam yang kita dorong juga untuk sama-sama belajar, karena ini adalah kota toleran,” lanjut Nuri.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan program Mengaji secara inklusif masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan tenaga guru agama non-Islam di sejumlah sekolah negeri.
Kondisi tersebut disebut sebagai kelemahan yang perlu segera dibenahi agar pelaksanaan ‘Mengaji’ bagi seluruh siswa dapat berjalan optimal.
“Kalau guru agama non-islam belum ada kalau di sekolah negeri. Makanya kalau misalkan ini menjadi kebutuhan kita akan siapkan,” tegasnya.
Dengan semangat inklusivitas, Pemerintah Kota Serang berharap tidak ada murid yang merasa tersisihkan dalam program Mengaji ini.