BerandaBeritaStunting di Tangerang Turun Signifikan, Gerebeg Posyandu Jadi Andalan

Stunting di Tangerang Turun Signifikan, Gerebeg Posyandu Jadi Andalan

Saluran WhatsApp

Tangerang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggencarkan Program Gerebeg Posyandu sebagai langkah strategis menekan angka stunting sekaligus mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Program ini resmi dicanangkan secara serentak pada Rabu, 7 Januari 2026, berlokasi di Posyandu Aster 13, Desa Saga, Kecamatan Balaraja.

Gerebeg Posyandu menyasar balita, anak, serta ibu hamil sebagai kelompok prioritas pencegahan stunting sejak dini.

Tak sekadar layanan timbang dan ukur balita, program ini mencakup pendataan kesehatan, imunisasi, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Langkah tersebut menjadi bagian dari intervensi terpadu pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menegaskan, Gerebeg Posyandu melibatkan lintas program dan lintas sektor agar pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau masyarakat secara merata.

“Program ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil melalui imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian makanan tambahan,” ujar Maesyal.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Intan, warga Villa Permata Balaraja, mengaku rutin memeriksakan anak pertamanya yang berusia enam bulan di posyandu.

“Berat badan anak saya sekarang 8 kilogram, dan kata petugas itu masih ideal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyebut Gerebeg Posyandu berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting.

Menurutnya, jumlah balita stunting di Kabupaten Tangerang turun dari sekitar 17 ribu anak pada 2024 menjadi 9 ribu anak saat ini.

Pada tahun 2026, Pemkab Tangerang menargetkan PMT bagi 12 ribu balita bermasalah gizi dan 5 ribu ibu hamil.

“Gerebeg Posyandu menjadi salah satu instrumen penting untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang,” pungkas Hendra.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -