Serang, Bantentv.com – Satgas DPP Perguruan Pencak Silat Trumbu Banten menggelar aksi damai di kawasan Pertigaan Alun-Alun Kota Serang, Senin, 8 Juni 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap segala bentuk premanisme dan kekerasan yang dinilai meresahkan masyarakat.
Dalam aksi yang diikuti kurang dari 100 peserta itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu, termasuk praktik penagihan utang yang disertai intimidasi dan kekerasan oleh oknum debt collector.
Koordinator aksi, Andi Permana, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi pelaku premanisme dan kekerasan di Provinsi Banten. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan tindakan yang merugikan dan mengganggu ketertiban umum.
“Kami menolak segala bentuk kekerasan dan premanisme. Banten harus menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegas Andi dalam orasinya.
Baca Juga: Polres Pandeglang Ungkap Aksi Premanisme, 20 Orang Diamankan
Selain menyuarakan penolakan terhadap premanisme, massa juga menyoroti kasus pembacokan terhadap dua anggota Brimob.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Satgas DPP Perguruan Pencak Silat Trumbu Banten, Iman Nurhaedi, mengatakan aksi damai tersebut merupakan langkah awal untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Polda Banten Beserta Polres Jajaran Tangkap 492 Pelaku Aksi Premanisme
Menurutnya, jumlah peserta yang hadir kali ini sengaja dibatasi dan belum mencerminkan kekuatan penuh organisasi.
Namun, apabila aspirasi yang disampaikan tidak mendapat perhatian, pihaknya siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Ini merupakan langkah awal. Jika aspirasi kami tidak didengar, kami siap menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” ujar Iman Nurhaedi.
Aksi damai berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa berharap Kota Serang dan wilayah Banten secara umum dapat terbebas dari praktik premanisme serta berbagai bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Editor : Erina Faiha