BerandaBeritaProfil Pertamina Pride dan Gamsunoro, Dua Kapal yang Tertahan di Selat Hormuz

Profil Pertamina Pride dan Gamsunoro, Dua Kapal yang Tertahan di Selat Hormuz

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Krisis energi global semakin memanas setelah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz. Situasi ini turut menyeret dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Pertamina Gamsunoro, yang berada di kawasan Teluk Arab.

Kedua kapal tersebut merupakan aset penting Indonesia dalam distribusi energi internasional. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintasi perairan tersebut.

Pertamina Pride, Supertanker Kapasitas 2 Juta Barel

Pertamina Pride merupakan kapal tanker jenis very large crude carrier (VLCC) atau supertanker dengan kapasitas angkut mencapai 301.000 deadweight ton (DWT), setara sekitar 2 juta barel minyak mentah.

Baca Juga: Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Daftar Negara yang Tetap Diizinkan Melintas

Kapal ini dibangun di galangan Japan Marine United (JMU) sejak 2018 dan diserahterimakan pada Maret 2021. Saat ini, Pertamina Pride dikelola oleh NYK Shipmanagement Pte Ltd.

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapal ini telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk regulasi International Maritime Organization (IMO) serta standar perlindungan tangki muatan minyak dan ballast air.

Gamsunoro, Tanker Andalan Berbendera Indonesia

Sementara itu, Pertamina Gamsunoro merupakan kapal tanker jenis aframax dengan kapasitas sekitar 100.000 DWT. Kapal ini dikelola oleh Synergy Ship Management dan dioperasikan untuk mengangkut serta mendistribusikan minyak mentah.

Kapal yang dibangun pada 2010 tersebut berbendera Indonesia dan diawaki oleh kru asal Indonesia. Gamsunoro juga telah dilengkapi sertifikasi standar internasional, termasuk Panama Chock dan Suez Canal Certificate yang memungkinkan kapal beroperasi di jalur pelayaran utama dunia.

Sebelumnya, pada 2024, Gamsunoro juga sempat menghadapi situasi serupa ketika berhasil keluar dari kawasan Laut Merah yang saat itu dipenuhi konflik.

Empat Kapal PIS di Kawasan Timur Tengah

PT Pertamina International Shipping sebelumnya melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah, yaitu Gamsunoro di Khor al Zubair (Irak), Pertamina Pride di Ras Tanura, PIS Rinjani di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.

Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di area Teluk, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. Sementara PIS Rinjani dan PIS Paragon dilaporkan telah meninggalkan wilayah perairan konflik.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi salah satu titik terpenting dalam perdagangan energi dunia.

Sejak konflik meningkat, sejumlah kapal tanker memilih menunggu di sekitar Teluk Persia karena tingginya risiko keamanan di jalur pelayaran tersebut. Kondisi ini berdampak pada distribusi energi global, memperlambat ekspor, serta berpotensi memengaruhi produksi minyak dalam jangka pendek.

Situasi geopolitik di kawasan tersebut masih terus dipantau karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia, termasuk bagi Indonesia.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -