BerandaBeritaPotensi Zakat Rp19 Miliar, Wagub Banten Minta BAZNAS Lebih Agresif

Potensi Zakat Rp19 Miliar, Wagub Banten Minta BAZNAS Lebih Agresif

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten untuk lebih agresif dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah. Dorongan itu muncul seiring besarnya potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Banten yang mencapai sekitar Rp19 miliar per tahun.

Hal itu disampaikan Dimyati saat Rapat Koordinasi bersama BAZNAS Provinsi Banten di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Selasa 7 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurut Dimyati, besarnya potensi zakat tersebut harus diikuti dengan program yang inovatif dan tepat sasaran agar mampu membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

“BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural sehingga harus bisa membantu pemerintah, termasuk dalam pemberantasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Dimyati saat Rakor bersama BAZNAS, Selasa 7 April 2026.

Baca Juga: Target Zakat Rp7,7 Miliar, Wagub Banten Ajak Warga Salurkan Lewat BAZNAS

Dimyati menekankan agar penyaluran zakat tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai bantuan harus disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat.

Misalnya, bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) difokuskan kepada lansia dan penyandang disabilitas yang tidak lagi produktif. Sementara masyarakat usia produktif dapat diberikan bantuan permodalan usaha.

“Pilihlah mustahik yang betul-betul membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, Dimyati juga mengingatkan agar pengelolaan dana zakat dilakukan secara efektif dan efisien.

“Dalam operasional harus efektif dan efisien, jangan high cost,” tambahnya.

Pengumpulan Zakat Capai Rp12 Miliar

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menyampaikan, hingga Maret 2026 pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Provinsi Banten mencapai Rp12 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp8 miliar atau 70 persen dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Pemerintah Provinsi Banten. Sementara Rp4 miliar atau 30 persen dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Banten.

Selain itu, zakat dari ASN Pemprov Banten tercatat mencapai sekitar Rp19 miliar per tahun atau sekitar Rp1,6 miliar setiap bulan.

Siapkan Gerakan Infak Pelajar

Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Provinsi Banten juga berencana meluncurkan gerakan infak pelajar tingkat SMA dan SMK pada 10 April 2026.

Selain itu, sosialisasi zakat juga akan dilakukan kepada pelaku industri di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dengan potensi zakat yang besar tersebut, Dimyati berharap BAZNAS dapat lebih agresif dan inovatif dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten.

TERKAIT
- Advertisment -