Cilegon, Bantentv.com – Polda Banten menyiapkan sejumlah pos bencana sebagai bagian dari upaya pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Keberadaan pos bencana ini diproyeksikan untuk mengantisipasi berbagai potensi keadaan darurat, seperti banjir maupun insiden di wilayah perairan selama masa mudik berlangsung.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, kesiapan pos bencana yang terintegrasi dengan pos pengamanan dan pos pelayanan akan dipastikan sebelum pelaksanaan gelar pasukan. Kegiatan gelar pasukan tersebut dijadwalkan berlangsung paling lambat pada 12 Maret 2026.
Menurut Hengki, pengoperasian pos bencana akan melibatkan berbagai instansi yang tergabung dalam satuan tugas terpadu. Sejumlah lembaga yang akan dilibatkan antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, pemadam kebakaran, unsur SAR, Sabhara kepolisian, serta Dinas Kesehatan.
“Semua unsur dilibatkan dalam satgas untuk mengantisipasi kemungkinan bencana, baik banjir maupun bencana laut selama arus mudik,” kata Hengki.
Selain menyiapkan pos bencana, Polda Banten juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan dermaga dan kapal di sejumlah pelabuhan yang akan melayani para pemudik.
Dalam pengaturan arus penyeberangan, setidaknya empat pelabuhan disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik. Pelabuhan Bojonegara akan difungsikan untuk melayani kendaraan logistik sumbu tiga atau golongan 7, 8, dan 9.
Sementara itu, Pelabuhan Merak akan melayani penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi, serta bus antarkota. Adapun Pelabuhan Pelindo II Ciwandan akan digunakan untuk melayani kendaraan truk golongan 5B dan 6B serta kendaraan roda dua.
Di sisi lain, Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera juga disiapkan sebagai pelabuhan alternatif atau darurat. Pelabuhan ini akan melayani kendaraan golongan 5A dan 6B apabila terjadi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ciwandan hingga kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS).