BerandaBeritaPerkuat Generasi Santripreneur, Baznas Banten dan Pemprov Inisiasi Program 'Satu Keluarga Satu...

Perkuat Generasi Santripreneur, Baznas Banten dan Pemprov Inisiasi Program ‘Satu Keluarga Satu Pengusaha’

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat ekosistem kemandirian ekonomi melalui penguatan program Santripreneur.

Program Santripreneur ini dirancang agar lulusan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan serta kemampuan kewirausahaan yang mumpuni.

Ketua Baznas Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menjelaskan bahwa melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, pihaknya menargetkan lahirnya pengusaha baru sekaligus calon pimpinan pesantren dari kalangan santri.

“Kedepan kita akan ciptakan satu keluarga satu pengusaha sebagai wujud konkretnya. Saat ini, secara kuantitas sudah ada kurang lebih 100 orang yang lulus studi S1 melalui bantuan pendidikan kami yang tersebar di beberapa universitas,” ujar Wawan.

Ia menilai, penguatan Santripreneur menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal, menyampaikan bahwa Pemprov Banten tengah memfasilitasi koordinasi antara lembaga keagamaan dan pendidikan guna mendukung keberlanjutan program Santripreneur.

Salah satu upaya yang sedang disiapkan ialah penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait bantuan pendidikan bagi santri.

“Kami sedang menyusun Pergub bantuan pendidikan untuk teman-teman santri yang sedang menyelesaikan semester akhir. Selain itu, kami juga menggagas program ‘Satu Desa Satu Sarjana’ sebagai bagian dari program Bangun Banten,” jelas Rubal.

  Baca Juga: Nur Agis Aulia Mulai Kejar Janji Kampanye Bank Sampah dan Satu Pengusaha 

Untuk tahun ini, program tersebut menargetkan sekitar 83 penerima secara bertahap.

Penguatan kurikulum kewirausahaan dalam program Santripreneur juga mendapat dukungan dari Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Jakarta wilayah Banten.

Ketua IKALUIN Banten, Dr. Agus Syabarrudin, M.Si, menekankan pentingnya pembekalan materi Leaderpreneur dan literasi keuangan bagi para santri.

Menurutnya, dengan posisi Banten sebagai salah satu daerah dengan basis pesantren terbesar secara nasional, potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui program yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Kita perkuat forum literasi di pondok pesantren. Santri diajarkan cara menganalisa potensi usaha di sekitar mereka, membuat proyek bisnis, hingga benar-benar merasakan pengalaman menjadi pengusaha,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa aspek manajemen keuangan menjadi poin krusial dalam Santripreneur.

“Santri harus melek finansial; tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik agar usaha yang dirintis di lingkungan pesantren bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, program Santripreneur diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan desa.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -