Serang, Bantentv.com – Pemerintah Desa di Kabupaten Serang didorong dan diharapkan dapat mengalokasikan anggaran untuk penanganan penyakit menular seperti AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan malaria atau disingkat menjadi ATM.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan yang digelar oleh Dinas Kesehatan dan Asosiasi Dinkes untuk penguatan forum kemitraan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian aids, tbc dan malaria di aula TB Suandi Setda Kabupaten Serang, pada Senin 3 November 2025.
Dalam pertemuan tersebut pemerintah mendorong desa untuk mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk percepatan penanggulangan penyakit AIDS, TBC dan malaria (ATM).
Asisten daerah 3 Bidang Administrasi Umum, Ida Nuraida mengatakan pihaknya mendapat instruksi dari pemerintah pusat agar membentuk tim penanggulangan AIDS, TBC dan malaria atau ATM.
Saat ini indonesia masuk peringkat kedua TBC tertinggi, sehingga Presiden memandang perlu memberantas TBC dengan membentuk tim mulai dari tingkat pusat hingga Kabupaten/Kota.
“Indonesia tengah berada di posisi ke-2 TBC tertinggi, artinya harus ada penanganan yang serius dari tingkat bawah, salah satunya dengan membentuk tim di tiap Kabupaten/Kota,” ujar Ida.
Oleh karena itu pihaknya mengundang seluruh kepala desa untuk mengalokasikan 20 persen dari anggaran dana desa untuk mempercepat penanggulangan tiga penyakit tersebut.
“Pemerintah desa harus menganggarkan 20 persen dari anggaran desa untuk penanggulangan tiga penyakit yaitu aids, TBC dan malaria,” lanjut Ida.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti mengatakan kasus untuk TBC di Kabupaten Serang masih tinggi.
“Kasus TBC di Kabupaten Serang terbilang tinggi, dan harus ditangani,” ujar Isti.
Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terduga TBC mencapai 92 persen dari yang ditargetkan. Untuk penemuan kasus baru mencakup 4.898 kasus dari target 7.612.
Disampaikan Isti, pihaknya juga sudah membentuk tim percepatan penanggulangan TBC, HIV AIDS yang tugasnya melakukan koordinasi dan sinergi melibatkan semua pihak.
Untuk kasus malaria di Kabupaten Serang ada 1 kasus, sementara untuk kasus HIV AIDS ditemukan sebanyak 133 kasus pada tahun ini.