Bantentv.com – Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila yang digelar di Jakarta pada 26–28 Oktober 2025 menjadi momentum penting lahirnya gerakan ekonomi rakyat berbasis desa.
Dalam forum nasional tersebut, diluncurkan JAM Center Indonesia, sebuah inisiatif strategis hasil kolaborasi Yayasan JAM Center Indonesia dan Pemuda Pancasila sebagai mitra penggerak utama.
Gerakan ini bertujuan memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pembangunan koperasi rakyat modern yang terintegrasi dengan sistem logistik dan teknologi digital.
Peluncuran JAM Center Indonesia disaksikan sekitar 1.200 peserta Mubes XI yang terdiri dari perwakilan 35 Majelis Pimpinan Wilayah dan 500 Majelis Pimpinan Cabang se-Indonesia.
Struktur JAM Center Indonesia dibangun secara terorganisasi dan saling terhubung. Dimana, Yayasan JAM Center Indonesia menjadi pengarah kebijakan di tingkat nasional.
Koperasi JAM Abadi Desa berperan sebagai motor produksi rakyat, sementara PT Banten Agro Jaya Perkasa mendukung distribusi dan industri.
Selanjutnya, PT Sparclabs Abadi Cemerlang memberikan dukungan teknologi melalui Aplikasi JAM yang memantau seluruh aktivitas ekonomi secara real time.
Kolaborasi tersebut memastikan hasil pertanian dan peternakan rakyat dapat terhubung langsung dengan jaringan logistik nasional dan mendukung program pangan strategis pemerintah.
Kontribusi Nyata Pemuda Pancasila
Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, KPH. Japto S. Soerjosoemarno, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi bentuk kontribusi nyata Pemuda Pancasila dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Kemandirian pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Pemuda Pancasila harus memastikan rakyat menjadi tuan di tanah sendiri. JAM Center Indonesia merupakan implementasi nyata prinsip tersebut,” ujar Japto.
Menurutnya, Pemuda Pancasila harus hadir sebagai pelaku utama dalam agenda pembangunan nasional.
Dengan jaringan kader yang menjangkau wilayah perkotaan hingga desa, organisasi ini diyakini mampu menggerakkan kekuatan sosial untuk kepentingan rakyat.
Tokoh di balik lahirnya inisiatif ini adalah Ketua MPW Pemuda Pancasila Banten, Johan Aripin Muba.
Ia menjadi inisiator gagasan, konseptor, dan penggerak implementasi awal JAM Center di lingkungan Pemuda Pancasila.
Menurut Johan, Banten dipilih sebagai pilot project nasional karena memiliki basis desa yang kuat serta kesiapan struktur organisasi sampai tingkat akar rumput.
“Desa harus kembali menjadi pusat kekuatan ekonomi. Ketahanan pangan tidak boleh dikuasai segelintir pihak, tetapi dikembalikan kepada rakyat,” tegas Johan.
Johan menjelaskan bahwa JAM Center sudah memasuki tahap kerja konkret. Pemuda Pancasila Banten menargetkan pembentukan 383 koperasi desa pada tahun pertama, dilengkapi gudang distribusi di setiap kabupaten dan sistem pemantauan berbasis aplikasi.
“Banten harus menjadi contoh bagaimana desa bisa menjadi laboratorium kedaulatan pangan Indonesia,” tambahnya.
Peluncuran Aplikasi JAM (Just A Move)
Pada kesempatan yang sama, turut diperkenalkan Aplikasi JAM (Just A Move) sebagai instrumen digitalisasi ekonomi rakyat.
Aplikasi ini menghubungkan driver, merchant, dan pengguna dalam ekosistem ekonomi komunitas yang mengembalikan nilai ekonomi kepada para anggotanya.
“JAM bukan sekadar layanan transportasi. Ini adalah platform ekonomi kerakyatan yang memastikan manfaat terbesar kembali ke rakyat,” ujar Johan.
Di sisi lain, dengan kehadiran JAM Center Indonesia dan Aplikasi JAM pada Mubes XI Pemuda Pancasila, Banten menegaskan diri sebagai pelopor gerakan kemandirian ekonomi rakyat berbasis desa.
Semangat “Dari desa untuk Indonesia mandiri” resmi menjadi agenda kerja nyata untuk memperkuat ekonomi hingga tingkat paling dasar, masyarakat desa.