Serang, Bantentv.com – Pemerintah Provinsi Banten memastikan kelanjutan penataan kawasan Royal Baroe setelah mengalokasikan anggaran Rp5 miliar pada APBD 2026. Dana tersebut digunakan untuk melanjutkan jalur penghubung Royal Baroe menuju Alun-Alun Kota Serang.
Kucuran anggaran ini menandai tahap baru revitalisasi pusat ekonomi Kota Serang. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penataan koridor Royal–Alun-Alun bukan sekadar proyek estetika. Penataan ini adalah upaya membentuk ruang publik modern yang mampu menggerakkan ekonomi warga.
“Ini bagian dari kebutuhan jangka panjang. Apalagi, ke depan akan menjadi pusat ekonomi dan perbelanjaan,” ujarnya saat melakukan peninjauan, Rabu, 19 November 2025.
Proyek penataan kawasan Royal sejatinya telah lama direncanakan. , namun belum berjalan maksimal. Alokasi Rp5 miliar dari APBD menjadi sinyal bahwa Pemprov Banten kini memberi prioritas untuk memperkuat fungsi ibu kota provinsi.
Baca Juga: Progres Pedestrian Royal Kota Serang Dipastikan Sesuai Target, Ini Kata Kepala DPUPR
“Kami mensupport, karena ini sudah menjadi catatan lama agar pusat ekonomi di Kota Serang bisa terus tumbuh dan berkembang,” kata Gubernur.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menambahkan, progres pembangunan Royal Baroe telah mencapai 70 persen. Proyek ini ditargetkan selesai untuk dibuka pada Desember mendatang.
Ia menyoroti pentingnya penataan ini serta keterlibatan pedagang agar estetika kawasan tetap terjaga.
“Hari ini Gubernur mengecek langsung di lapangan dan beliau ingin pembangunan ini sukses serta bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Budi.
Selain memperbaiki tata ruang, jalur ini disiapkan menjadi magnet mobilitas ekonomi baru di ibu kota Provinsi Banten.