Serang, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang menyoroti masih banyak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang belum memiliki lahan untuk membangun gerai koperasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD karena program Koperasi Desa Merah Putih merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Untuk itu, DPRD meminta pemerintah daerah setempat untuk menginventarisasi kendala yang dihadapi desa-desa yang belum membangun Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang.
Baca Juga: 19 KDMP Dapat Kendaraan Operasional, Wabup: Dorong Perekonomian Perdesaan
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, mengatakan Koperasi Desa Merah Putih merupakan program Presiden sehingga harus disukseskan bersama.
“KDMP, Koperasi Desa Merah Putih yang kita sudah ketahui bersama ini adalah intruksi Presiden Prabowo terutama bagaimana kita memanfaatkan Adapun potensi-potensi aset-aset daerah juga dimaksimalkan kita mensupport untuk kegiatan ataupun proses pembuatan KDMP,” ujar Supiyanto.
Karena itu, bagi KDMP di Kabupaten Serang yang belum memiliki lahan dan gerai koperasi, dapat memanfaatkan aset milik pemerintah.
Baca Juga: Dukung KDMP, Pemkab Serang Matangkan Skema Sewa Aset sesuai Surat Edaran Mendagri
Pihaknya juga meminta dinas terkait untuk segera menginventarisasi berbagai kendala guna mempercepat pembangunan KDMP, mengingat masih banyak koperasi yang belum memiliki lahan.
“Kita sedang berupaya dan sampai hari ini pun informasi kondisi di lapangan Kabupaten Serang yang belum memiliki lahan kurang lebih 140,” katanya.
Baca Juga: Dorong Koperasi Desa Merah Putih, Yandri Stop Izin Baru Ritel Modern di Desa
DPRD Kabupaten Serang juga akan menggelar rapat evaluasi terkait aset pemerintah, khususnya aset yang berpotensi digunakan sebagai lahan Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami akan mengevaluasi baik itu pengelolaan aset Kabupaten Serang terutama aset-aset yang dipakai oleh Kopdes itu ada berapa,” jelas Supiyanto.
Pihaknya mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan lahan dan menyiapkan skema solusi konkret agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Editor : Erina Faiha