Jakarta, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam melalui pengembangan geopark, termasuk kawasan ujung kulon yang menjadi salah satu aset penting Banten.
Kehadiran Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, dalam Indonesia Geopark Leader Forum yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, menjadi momentum untuk memperkuat langkah tersebut.
Forum yang berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan geopark nasional.
Dalam kesempatan itu, Bupati Raden Dewi Setiani menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas atas dukungan yang diberikan terhadap upaya daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menyebut bahwa geopark bagi Pandeglang bukan hanya berupa destinasi wisata, tetapi juga ruang edukasi yang harus dipertahankan nilai konservasinya.
“Kami di Kabupaten Pandeglang berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong pemanfaatannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Siapkan Sarana Prasarana Dukung Geopark Nasional Ujung Kulon
Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan pengembangan Geopark Ujung Kulon dan potensi geopark lainnya.
Ia optimistis bahwa dukungan pemerintah pusat dapat meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci agar Pandeglang mampu mengelola kawasan alam secara berkelanjutan, terutama wilayah yang memiliki karakteristik konservasi seperti ujung kulon.
Sementara itu, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa pengelolaan geopark tidak hanya terkait pelestarian alam atau penguatan sektor pariwisata.
Ia menyampaikan bahwa geopark harus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus instrumen pencegahan persoalan lingkungan.
“Keberhasilan pengelolaan Geopark akan menciptakan dampak ekonomi yang signifikan,” ujarnya.
Rachmat juga mengingatkan bahwa Indonesia kini berada di peringkat ketiga dunia dengan 12 Global Geopark UNESCO, dan hal tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat perlindungan alam dan budaya bagi generasi mendatang.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi konkret antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas harus terus dibangun sebagai upaya menjaga geopark, termasuk kawasan ujung kulon, agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat.