BerandaBeritaPekan Pertama Ramadan, Harga Ayam di Pandeglang Tembus Rp40 Ribu per Kilogram

Pekan Pertama Ramadan, Harga Ayam di Pandeglang Tembus Rp40 Ribu per Kilogram

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Memasuki pekan pertama Ramadan, sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan, termasuk harga ayam yang kini mencapai Rp40.000 per kilogram.

Lonjakan harga ayam tersebut menjadi perhatian karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Pantauan di Pasar Tradisional Badak Pandeglang pada Kamis, 26 Februari 2026 menunjukkan aktivitas penjualan daging ayam potong cenderung lesu.

Baca Juga: Pedagang Pasar Blok F Cilegon Keluhkan Kenaikan Harga Ayam

Kenaikan harga ayam yang berlangsung bertahap sejak menjelang Ramadan membuat serapan pasar menurun signifikan. Kondisi ini turut memengaruhi pendapatan para pedagang.

Afifi, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Badak, menyebutkan bahwa harga ayam dalam kondisi normal biasanya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram. Namun, saat ini harga ayam melonjak sekitar Rp10.000 dari harga sebelumnya.

“Harga ayam potong awal Ramadan ini naik jauh. Normalnya maksimal Rp30 ribu, sekarang Rp40 ribu. Faktornya karena dari mulai menjelang puasa naik terus bertahap,” ujar Afifi.

Pedagang ayam potong di Pasar Badak Pandeglang saat melayani pembeli (Bantentv.com/ Rangga)
Pedagang ayam potong di Pasar Badak Pandeglang saat melayani pembeli (Bantentv.com/ Rangga)

Ia mengaku kenaikan harga ayam berdampak besar terhadap omzet penjualan. Jika dalam kondisi normal ia mampu menjual minimal tiga kuintal per hari, kini satu kuintal pun sulit terjual. Penurunan omzet disebutnya mencapai sekitar 65 persen.

“Omzet menurun jauh. Biasanya kalau harga normal bisa menjual minimal 3 kuintal sehari, sekarang menjual 1 kuintal saja susah,” keluhnya.

Di sisi lain, pembeli tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli meski harga ayam tinggi. Kesih, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Badak, mengaku terpaksa menyesuaikan pengeluaran rumah tangga demi memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga selama Ramadan.

“Mau gimana lagi, kalau sudah harga tinggi ya tetap harus dibeli walaupun sampai Rp40 ribu. Keinginannya harganya pengen stabil lagi, jangan tinggi-tinggi. Namanya juga rakyat kecil, pengen harga ayam kembali normal,” tutur Kesih.

Para pedagang memprediksi harga ayam belum akan turun dalam waktu dekat. Dengan meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan, harga ayam dikhawatirkan tetap bertahan di level tinggi, bahkan berpotensi kembali naik hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -