Cilegon, Bantentv.com – Sempat dilanda banjir, Camat Citangkil menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi potensi bencana serupa di wilayahnya dengan melakukan penanaman pohon sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
Sebanyak 75 pohon ditanam di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan memperkuat daya resap tanah di kawasan Citangkil.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah menggelar gerakan penanaman sejuta pohon di beberapa wilayah yang terdampak banjir.
Program tersebut turut mendapat dukungan dari jajaran pemerintah kecamatan, termasuk Kecamatan Citangkil, sebagai bentuk sinergi dalam penanggulangan banjir dan kerusakan lingkungan.
Camat Citangkil, Ikhlasin Nufus, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari langkah konkret untuk mencegah banjir sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
“Dalam rangka pencegahan banjir, ini salah satu bagaimana kita mereboisasi bekas galian-galian yang tidak berfungsi,” kata Ikhlas.
Ia menjelaskan, jenis pohon yang ditanam di wilayah Citangkil di antaranya sebesi, mahoni, kenari, serta beberapa jenis pohon lain yang memiliki daya serap air tinggi.
Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Cilegon Libatkan Tenaga Ahli ITB
Pemilihan jenis pohon tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir dengan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan.
Ikhlas juga menyebutkan bahwa terdapat empat titik rawan banjir di wilayah Citangkil yang menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
“Rawan banjir kita ada empat titik, pertama di kelurahan Kebonsari, kelurahan Citangkil, kemudian Warnasari dan Semarang,” ungkapnya. Titik-titik tersebut dinilai membutuhkan penanganan berkelanjutan agar dampak banjir dapat diminimalkan.
Selain penanaman pohon, pihak kecamatan juga melakukan edukasi kepada masyarakat Citangkil terkait pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu yang ditekankan adalah imbauan agar warga tidak membangun rumah terlalu dekat dengan aliran sungai karena dapat mempersempit jalur irigasi dan memperbesar potensi banjir.
“Upaya kami mengedukasi masyarakat ketika membangun rumah terutama di daerah aliran sungai jangan sampai menyempit,” pungkasnya.
Diketahui, banjir terparah yang sempat melanda wilayah Citangkil terjadi di Lingkungan Warung Juet, Kelurahan Semangraya.
Pada saat kejadian, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan menjadi perhatian serius pemerintah setempat.