Serang, Bantentv.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat literasi pasar modal melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komunitas perempuan di Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat agar berinvestasi secara legal, logis, bijak, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Rabu, 8 April 2026, diikuti sekitar 1.000 ASN dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Banten serta sekitar 500 peserta dari Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten.
Pada sesi edukasi bagi ASN, hadir Asisten Daerah III Provinsi Banten Rina Dewiyanti, Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Bayu Samodro, Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Halimatus Sa’diyah, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Banten Fadly Fatah, serta Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia Mauldy R. Makmur.
Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Berikan Bantuan Ambulans kepada RSUD Berkah Pandeglang
Sementara itu, pada sesi edukasi bagi komunitas perempuan, turut hadir Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 OJK Evie Sulistyani serta Ketua Umum BKOW Provinsi Banten Irna Narulita.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai perencanaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal, serta pengenalan berbagai instrumen pasar modal seperti saham dan reksa dana.
Sebagai bagian dari edukasi kepada ASN, OJK juga mencanangkan program “1 ASN 1 Rekening Efek” serta mendorong pembentukan Galeri Investasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal sekaligus memperkuat budaya investasi yang sehat di kalangan aparatur pemerintah.
Baca Juga: Tanggapi Pengumuman MSCI, OJK dan SRO Siapkan Aturan Baru Free Float
Pada edukasi bagi komunitas perempuan, OJK menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L (Legal dan Logis) agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai penawaran investasi yang tidak wajar dan berpotensi merugikan.
Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma menyampaikan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai agen literasi keuangan yang dapat menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan secara bijak sekaligus menyebarluaskan pemahaman mengenai investasi yang sehat kepada masyarakat.
“ASN memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab. Dengan pemahaman yang baik mengenai pasar modal, ASN diharapkan tidak hanya mampu mengambil keputusan investasi secara tepat, tetapi juga dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekitarnya,” ujar Adi Dharma.
OJK menilai bahwa seiring meningkatnya jumlah investor pasar modal nasional, penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting agar masyarakat memahami manfaat, risiko, serta karakteristik produk investasi yang dipilih.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap ASN dan komunitas perempuan di Provinsi Banten semakin memahami produk dan layanan pasar modal serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Ke depan, OJK akan terus memperluas pelaksanaan edukasi keuangan secara masif dan berkelanjutan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Editor : Erina Faiha