Lebak, Bantentv.com – Sejumlah siswa SMAN 2 Rangkasbitung mengikuti simulasi pemilihan menggunakan sistem e-Voting yang diselenggarakan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program sosialisasi pendidikan pemilih yang ditujukan kepada siswa sebagai pemilih pemula, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses demokrasi sejak dini.
Simulasi e-Voting ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa terkait mekanisme pemungutan suara berbasis teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para pelajar dapat memahami proses pemilihan secara lebih praktis dan efisien, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam pemilu di masa mendatang.
Salah seorang siswa kelas XI yang mengikuti simulasi, Serina, mengaku menyukai sistem e-Voting karena dinilai lebih mudah dan cepat.
“Dengan e-Voting mempersingkat waktu, gampang dan hasilnya juga langsung keluar. Dari pas masuk bilik sampai celup tinta cuma sekitar dua menit,” ungkapnya.
Baca Juga: Istana Kepresidenan Kini Bisa Dikunjungi Pelajar Lewat Program ‘Istana untuk Anak Sekolah’
Ia juga menjelaskan bahwa sistem e-Voting telah diterapkan di lingkungan sekolahnya untuk pemilihan Ketua OSIS, sehingga dirinya tidak merasa asing dengan metode tersebut. “Iya tahun 2024 kan belum bisa, tapi 2029 nanti pasti dong ikut memilih,” katanya.
Sementara itu, Komisioner KPU Lebak, Ade Jurkoni, menerangkan bahwa meskipun menggunakan teknologi e-Voting, alur pemilihan tetap mengadopsi sistem konvensional. Dalam simulasi tersebut, siswa sebagai calon pemilih menunggu giliran untuk masuk ke bilik e-Voting yang telah disediakan.
Di dalam bilik, tersedia perangkat elektronik berupa laptop serta printer mini yang mencetak kertas berisi nama calon yang dipilih untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara.
Seperti halnya pada penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada, para siswa yang telah menyalurkan hak pilihnya diminta mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti telah memberikan suara.
“Mirip dengan penyelenggaraan pemilihan seperti biasa, hanya pemilih tidak diberi surat suara atau alat penunjang lainnya. Dengan e-Voting mereka diberikan nomor ID untuk diinput lalu muncul gambar calon yang akan dipilih,” kata Komisioner KPU Lebak, Ade Jurkoni.
Ade menambahkan bahwa e-Voting merupakan inovasi yang digagas oleh KPU Lebak untuk diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Pengenalan sistem ini juga merupakan respons atas masukan masyarakat serta sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan penerapan teknologi serupa dalam pemilihan umum di Indonesia di masa depan.
“Karena bukan tidak mungkin ya ke depan pemilihan di Indonesia akan menerapkan sistem ini. Jadi ketika itu diterapkan, masyarakat sudah tidak kaget lagi,” terangnya.