Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaNasionalISPA Dominasi Kasus di Pengungsian Sumbar, BNPB Perkuat Layanan Kesehatan

ISPA Dominasi Kasus di Pengungsian Sumbar, BNPB Perkuat Layanan Kesehatan

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Penanganan sektor kesehatan terus diperkuat untuk mencegah lonjakan penyakit di pos pengungsian dan wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat (Sumbar). Dalam sepekan terakhir, berbagai keluhan kesehatan mulai muncul di tengah masyarakat yang masih bertahan di lokasi aman.

Berdasarkan data Pusat Krisis (Puskris) Kementerian Kesehatan periode 25 November–2 Desember 2025, sepuluh penyakit paling banyak dikeluhkan pengungsi dan warga terdampak.

Puskris juga mencatat temuan flu sebanyak 43 kasus. Nyeri otot ada 34 kasus, sakit kepala 32 kasus, vertigo 30 kasus, serta asam lambung 28 kasus. Angka-angka ini menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi di pos pengungsian.

Baca Juga: Pemprov Banten Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi kasus tertinggi.

“Pada periode tersebut, ISPA menjadi keluhan terbanyak dengan 181 kasus,”kata Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya.

Keluhan lain yang juga banyak ditemukan yaitu demam 131 kasus. Selain itu, hipertensi ada 103 kasus, infeksi kulit 79 kasus, dan alergi 54 kasus.

Di sisi lain, BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirimkan 2,5 ton bantuan melalui jalur udara pada Kamis, 4 Desember 2025.

Bantuan didistribusikan ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, dan Pesisir Selatan. Salah satu bantuan krusial berupa obat-obatan untuk wilayah Pesisir Selatan.

“Distribusi bantuan udara hari ini menjadi bagian dari upaya percepatan dukungan. Fokus kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar dengan cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Pos Pendamping Nasional per Rabu 3 Desember 2025, lebih dari 22.800 warga masih mengungsi di 13 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumatera Barat.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -