Bantentv.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI buka suara terkait hal yang sedang ramai dibicarakan, soal penggunaan ‘talc’ pada bedak bayi tabur yang disebut dapat memicu risiko kanker.
Koordinator Humas BPOM RI Eka Rosmalasari, memastikan kepada masyarakat tak perlu khawatir akan pemakaian semua produk yang telah mendapatkan izin edar dari lembaga terkait. “Kalau produk yang saat ini telah memiliki izin edar BPOM, telah memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu,” ujar Eka, dikutip dari detikhealth, Jumat 12 Juli 2024.
Kabar ini sebelumnya juga disorot oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ia mengatakan belum mendalami apakah produk bedak bayi yang beredar di Indonesia ikut terdampak atau tidak. “Saya, tuh, sekarang sedang bicara dengan Ibu Rizka (Kepala BPOM RI), karena saya masih perlu dijelaskan. Ini bedak bayi tabur yang mana di Indonesia? Ada atau enggak?” ujar Budi, Senin 8 Juli 2024.
Catatan lembaga penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), International Agency for Research on Cancer (IARC) menemukan laporan atas peningkatan kasus kanker kandung kemih pada orang-orang yang disinyalir menggunakan bedak bayi tabur ‘talc’.
Namun, keterkaitan di antara keduanya masih perlu dilakukan analisis lebih lanjut. Dalam sebuah percobaan atau uji hewan di tikus, talc ditemukan meningkatkan angka kejadian neoplasma ganas pada wanita.
“Setelah mengkaji secara menyeluruh literatur ilmiah yang tersedia, kelompok kerja yang terdiri dari 29 pakar internasional mengklasifikasikan talc sebagai kemungkinan [bersifat] karsinogenik bagi manusia,” bunyi laporan IARC. (azzah/red)