BerandaBeritaNasionalHadapi Krisis Energi Dunia, Pemerintah Siapkan 3 Langkah Besar

Hadapi Krisis Energi Dunia, Pemerintah Siapkan 3 Langkah Besar

Saluran WhatsApp

BANTENTV.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan tiga agenda utama untuk menghadapi ancaman krisis energi global. Krisis ini mulai berdampak pada berbagai negara.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan ketidakpastian kondisi energi dunia saat ini berpotensi mengganggu rantai pasok dan memengaruhi stabilitas ekonomi.

Karena itu, pemerintah mendorong percepatan diversifikasi energi agar Indonesia tidak bergantung pada satu sumber energi tertentu.

“Kondisi krisis energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi agar ketika satu sumber energi sulit didapat. Dengan demikian, kita masih punya sumber energi yang lain,” kata Bahlil dalam keterangan resminya, Sabtu 9 Mei 2026.

Baca Juga: Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi Ke-2 di Dunia Versi JP Morgan

Menurutnya, Indonesia memiliki keuntungan karena mempunyai banyak sumber energi alternatif selain energi fosil.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, pemerintah kini fokus pada tiga program prioritas.

Program tersebut meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Selain itu, ada peningkatan mandatori biodiesel hingga 50 persen, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Bahlil menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti pentingnya ketahanan energi kawasan saat menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina.

Presiden mengingatkan negara-negara ASEAN harus siap menghadapi potensi gangguan pasokan energi global yang bisa berlangsung dalam jangka panjang.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting dan kita harus bergerak lebih cepat,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah saat ini tengah mempercepat pengembangan energi alternatif dan energi terbarukan. Termasuk di dalamnya bioenergi, kendaraan listrik, hingga proyek energi surya berskala besar.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Meluas, 9 Komoditas Global Ikut Terdampak Konflik AS–Iran

“Kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius dan ingin diselesaikan dalam tiga tahun,” katanya.

Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mengantisipasi krisis energi nasional. Selain itu, ini juga mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -