BerandaBeritaMenjelang Tahun Baru 2026, Permintaan Jagung Manis di Lebak Meningkat

Menjelang Tahun Baru 2026, Permintaan Jagung Manis di Lebak Meningkat

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, denyut ekonomi musiman terasa hingga ke pelosok desa di Kabupaten Lebak, Banten.

Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya permintaan jagung manis yang kerap menjadi pilihan masyarakat untuk merayakan pergantian tahun bersama keluarga.

Tradisi sederhana membakar hasil panen tersebut tidak hanya bertahan di tengah beragam hiburan modern, tetapi juga memberi dampak nyata bagi roda perekonomian rakyat.

Bagi para petani, akhir tahun bukan sekadar penutup kalender, melainkan momentum panen rezeki. Saat sebagian masyarakat memilih merayakan malam tahun baru di rumah, kebutuhan bahan pangan untuk kegiatan bakar-bakaran meningkat tajam.

Di sejumlah lahan pertanian, aktivitas panen tampak berlangsung intens. Hasil panen tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga telah dikontrak oleh para pengepul sejak jauh hari, khusus untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

Permintaan jagung manis di Lebak meningkat menjelang Tahun Baru 2026 (Bantentv.com/ Nano)
Permintaan jagung manis di Lebak meningkat menjelang Tahun Baru 2026 (Bantentv.com/ Nano)

Salah satu petani asal Kampung Bincarung, Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Ahmad Sunan Firmansyah, mengaku kebunnya kebanjiran pesanan sejak beberapa hari menjelang pergantian tahun.

Lonjakan permintaan turut berdampak pada harga jual. Pada hari biasa, hasil panen tersebut dijual di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Namun menjelang tahun baru, harganya meningkat menjadi sekitar Rp12.000 per kilogram. Pesanan pun datang dari berbagai wilayah, mulai dari Lebak hingga luar daerah seperti Serang, Tangerang, sampai Jakarta, sehingga peluang pasar semakin terbuka lebar.

“Tengkulak banyak yang pada datang. Perminataannya pasar lokal daerah dekat sini, ada juga yang dari pasar besar,” ucapnya.

Para petani memang telah mempersiapkan momen ini sejak jauh hari. Sekitar tiga hingga empat bulan sebelumnya, mereka menanam ribuan batang jagung di lahan milik sendiri agar panen dapat bertepatan dengan momentum akhir tahun.

Baca Juga: Jagung Jadi Bahan Pangan Penting di Indonesia, Ini Deretan Manfaatnya!

Sementara itu, pengepul asal Tangerang bernama Raya mengaku rutin mengambil hasil panen petani di Lebak untuk dijual kembali di pinggir jalan demi memenuhi kebutuhan warga yang merayakan malam pergantian tahun.

“Saya pilih ambil disini karena kualitas jagungnya bagus semua, kualitas super,” katanya.

Lonjakan permintaan jagung manis ini menegaskan bahwa tradisi sederhana tetap memiliki nilai ekonomi yang nyata.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -