Cilegon, Bantentv.com – Selama tahun 2025, angka Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) di Kota Cilegon tercatat cukup tinggi.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mencatat sebanyak 614 warga mengalami PHK dan kembali mendaftarkan diri sebagai pencari kerja, dengan mayoritas berasal dari lulusan SMA dan SMK.
Pengantar Kerja Ahli Muda pada Disnaker Kota Cilegon, Ahmad Taufan Taufani, menyampaikan bahwa ratusan warga yang terdampak PHK tersebut tercatat aktif mendaftar ulang untuk mencari pekerjaan baru sepanjang tahun 2025.
“Sepanjang tahun 2025 warga Cilegon yang ter-PHK dan mendaftarkan dirinya sebagai pencari kerja ada 614 orang,” kata Taufan.
Jumlah PHK pada 2025 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Disnaker, pada tahun 2024 terdapat 167 orang yang terkena PHK dan mengajukan kartu pencari kerja atau AK1.
Baca Juga: 68 Gerai Pizza Hut Tutup, 1.210 Orang di PHK
Kenaikan kasus PHK ini dipengaruhi oleh selesainya sejumlah proyek pembangunan pabrik yang sebelumnya menyerap banyak tenaga kerja.
“Karena 2025 ada beberapa proyek pembangunan pabrik yang sudah selesai, cukup menjadi penyumbang naiknya warga Cilegon yg terPHK mendaftar kembali sebagai pencari kerja,” ujarnya.
Taufan menjelaskan, salah satu proyek besar yang telah berakhir masa kontraknya adalah pembangunan Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia.
Selain itu, terdapat pula sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi tenaga kerja akibat kondisi ekonomi global, yang turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka PHK di Cilegon.
“Proyeknya berhenti jadi berpengaruh juga terhadap angka pengangguran. Tapi kalau ada proyek baru nanti bakal berkurang juga penganggurannya,” ungkapnya.
Berdasarkan tingkat pendidikan, warga Cilegon yang mengalami PHK dan mendaftar sebagai pencari kerja pada 2025 terdiri dari satu orang tidak tamat SD, 13 orang lulusan SD, dan 21 orang lulusan SMP.
Sementara itu, lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok terbanyak dengan jumlah 399 orang. Adapun lulusan Diploma tercatat 45 orang, serta lulusan S1 dan S2 sebanyak 135 orang.
“Mayoritas dari kalangan SMA dan SMK, lalu yang kedua lulusan S1 dan S2,” terangnya.
Meski angka PHK meningkat, Disnaker mencatat jumlah pencari kerja secara keseluruhan pada 2025 mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 4.276 pencari kerja pada 2025, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6.430 orang.
Disnaker berharap, ke depan semakin banyak warga Kota Cilegon yang telah menyelesaikan pendidikan dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.
“Kami berharap kedepanya akan semakin banyak warga Kota Cilegon mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya.