Lebak, Bantentv.com – Puluhan warga korban banjir bandang dari Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, mendatangi kantor Bupati Lebak pada Rabu, 3 Desember 2025.
Mereka datang untuk meminta kejelasan mengenai pembangunan hunian tetap yang telah dijanjikan pemerintah daerah sejak beberapa tahun lalu.
Sebagian besar yang hadir merupakan ibu-ibu yang berjalan menuju kantor bupati sambil membawa spanduk berisi tuntutan agar Pemkab Lebak segera membangun hunian yang layak bagi mereka.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa sudah hampir lima tahun mereka tinggal di hunian sementara.
Kondisi ini membuat mereka berharap ada kepastian terkait realisasi pembagian hunian tetap, atau huntap, yang telah lama dijanjikan.
Baca Juga: Pemkab Lebak Terus Dorong Percepatan Pembangunan Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Banjir Bandang
Selain meminta kejelasan, kedatangan mereka juga menjadi bentuk penegasan agar Pemkab Lebak menunjukkan keseriusannya dalam memenuhi komitmen pembangunan huntap tersebut.
Tokoh Pemuda Kecamatan Lebakgedong, Mohamad Jaenudin, menjelaskan bahwa hasil dialog dengan Wakil Bupati Lebak menghasilkan kesepakatan untuk membentuk tim satgas percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
“Selain itu, warga juga meminta Pemkab Lebak menurunkan barat ke lokasi,”
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menilai kedatangan warga sebagai hal yang wajar mengingat lamanya waktu yang mereka habiskan di hunian sementara.
“Rencanya pembangunan huntap untuk warga korban banjir bandang akan di bangun pada tahun 2025,namun batal dikarnakan terkendala peraturan,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, warga berharap adanya langkah konkret dalam waktu dekat agar mereka tidak lagi tinggal di hunian sementara.
Mereka menegaskan bahwa keberadaan huntap sangat penting sebagai tempat tinggal yang stabil setelah bertahun-tahun menunggu kejelasan.
“Namun,jika tuntutan tidak ada realisasinya, Maka warga akan kembali mendatangi Kantor Bupati lebak dengan massa lebih banyak,” ungkap salah seorang warga.