Serang, Bantentv.com – Kasus suspek campak di Kabupaten Serang terus menunjukkan peningkatan, dengan jumlah tertinggi ditemukan di wilayah Kecamatan Kramatwatu.
Kondisi ini menjadi perhatian serius tenaga kesehatan setempat, mengingat campak merupakan penyakit menular yang rentan menyerang anak-anak, khususnya balita.
Berdasarkan data dari Puskesmas Kramatwatu periode Januari hingga 15 April 2026, tercatat sebanyak 77 warga teridentifikasi sebagai suspek campak.
Kepala Puskesmas Kramatwatu, Fenny Sunarsih, membenarkan tingginya jumlah kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah serta kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor yang memengaruhi banyaknya temuan suspek campak di daerah tersebut.
“Ia benar di wilayah sini temuan suspek campak paling banyak di Kabupaten Serang,” ungkapnya Rabu 15 April 2026.
Dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran campak, pihak puskesmas telah melaksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk mengejar cakupan imunisasi bagi anak usia 0 hingga 59 bulan.
Baca Juga: Kenali Gejala Campak dan Cara Perawatannya di Rumah
Selain pelaksanaan ORI, Puskesmas Kramatwatu juga secara masif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama unsur Muspika Kecamatan Kramatwatu guna meningkatkan kesadaran orang tua terhadap bahaya penyakit campak dan pentingnya pencegahan sejak dini.
“Kita telah mendirikan 10 pos untuk imunisasi campak anak-anak di yang berada di desa-desa,” ucapnya.
Fenny juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama bagi anak balita, serta memastikan asupan gizi yang cukup agar tidak mudah terpapar virus campak.
“Saya berharap kepada warga yang punya anak balita hayu imunisasi, agar terhindar dari penyakit campak,” pungkasnya.