Kamis, Juli 25, 2024
BerandaBeritaLahan Pertanian Warga di Kabupaten Serang Berubah Menjadi Danau

Lahan Pertanian Warga di Kabupaten Serang Berubah Menjadi Danau

Serang, Bantentv.com – Sejumlah lahan pertanian milik warga Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang berubah menjadi hamparan danau. Pengalihfungsian lahan pertanian ini disinyalir disebabkan oleh perusahaan karena tidak menyediakan saluran air yang memadai.

Hamparan air yang menyerupai danau di ujung Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ini menjadi duka yang cukup mendalam bagi sebagian masyarakat desa setempat.

Pasalnya, danau yang sekilas terlihat indah dan mempesona ini bukanlah danau hasil ciptaan semesta yang hadir secara alami, melainkan hasil kelalaian manusia serakah.

Lahan yang dulu subur dan produktif, kini berubah menjadi genangan air. Sehingga menyebabkan kerugian besar bagi para petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil tani.

Berdasarkan keterangan para pemilik lahan, genangan air ini membentuk seperti air danau karena selama tahap pembangunannya, perusahaan ini tidak menyediakan saluran air yang memadai.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemilik lahan untuk menuntut hak ganti rugi kepada pihak perusahaan. Mulai dari jalur mediasi hingga aksi protes di depan halaman perusahaan. Namun upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

“Sebelumnya ini persawahan yang biasa ditanemin warga. Genangan ini karena dampak PT LBI, mereka gak bikin saluran air. Sebelum adanya pabrik ini ya aman-aman aja, petani bisa tanem padi tapi semenjak ada pabrik ini ya kaya gini hasilnya,”ujar Sumaya pemilik lahan.

“Air ini datang karena salurannya gak dijalanin, gak dikasih saluran air sama PT LBI. Sebelum ada pabrik mah ada kami dapet penghasilan terus dari namem padi,”kata Sani yang juga pemilik lahan.

Tuduhan terhadap perusahaan kontruksi baja ini pun diamini oleh warga desa setempat tak terkecuali oleh 23 orang pemilik lahan yang selama ini merasa dirugikan oleh keberadaannya. (rio/red)

TERKAIT

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana awalnya hingga bisa seperti ini? Apakah pembangunan pabrik tsb tidak melalui prosedur yang seharusnya? Perizinan pendirian pabrik tentu tidak semudah mendirikan saung untuk dagang gorengan. Bahkan, lokasi tempat berdiri pabrik harus diperhatikan apakah nanti akan membahayakan penduduk sekitar, termasuk apakah mengancam ekosistem yang ada di sekitar pabrik itu berdiri.

    Hati-hati, jika ada kelalaian dari pihak berwenang terkait izin pendirian pabrik dosanya sebagaimana pemimpin yang zalim kepada rakyatnya. Jangan salah, dalam Islam juga ada aturan pendirian bangunan industri, seperti pabrik. Pembangunan sebuah pabrik hendaknya disesuaikan dengan potensi daerah yang dimiliki di wilayah pabrik itu berdiri. Misalnya, jika di suatu daerah kaya akan potensi alam buah-buahan, maka industri buah atau produk makanan olahan buah-buahan yang dibangun, sehingga hal ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di wilayah tsb. Selain itu, sebelum dibangun, ada kajian terhadap limbah yang dihasilkan, lokasi pabrik berdiri apakah mengganggu ekosistem yang ada nantiny, dll. Ini sangat berbeda dengan kebanyakan yg terjadi saat ini. Pendirian pabrik seringkali merugikan ekosistem sekitar, menimbulkan kerugian masyarakat sekitar, dan lebih aneh lagi, kenapa tidak ada perwakilan pemerintah setempat yang segera turun tangan mengatasi masalah ini sampai selesai? Bukankah, pemerintah diangkat untuk melayani rakyat?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR