Jumat, Januari 16, 2026
BerandaBeritaKomunitas Peduli Sungai Banten: Dari 49 Titik Sampah di Sungai Cibanten, Tersisa...

Komunitas Peduli Sungai Banten: Dari 49 Titik Sampah di Sungai Cibanten, Tersisa 16 Titik

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Gerakan bersih-bersih yang digagas Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) sejak Mei 2025 menunjukkan perkembangan signifikan.

Dari total 49 titik tumpukan sampah yang sebelumnya teridentifikasi di sepanjang aliran kali Banten atau Sungai Cibanten, kini tersisa 16 titik yang belum tertangani hingga awal Desember 2025.

Seluruh titik yang masih tersisa tersebut berada di kawasan pusat Kota Serang dan masuk wilayah Kecamatan Serang.

Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa gerakan bersih-bersih ini dilakukan secara berkelanjutan bersama berbagai pihak, termasuk Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang.

Sejak awal pelaksanaan hingga 6 Desember 2025, sebagian besar titik sampah berhasil dibersihkan, meskipun masih menyisakan sejumlah lokasi dengan tingkat kesulitan penanganan yang tinggi di bantaran Sungai Cibanten.

“Belasan titik sampah tersebut berada di pusat kota Serang masuk ranah kecamatan Serang. Di Lontar jiwantaka dua titik, Lontar Sipung dua titik, Magersari dua titik,Pekarungan 2 titik,kampung baru dua titik, kawasan Unyur tiga titik, dan kawasan Katulisan dua titik,” kata Lulu,Minggu,14 Desember 2025.

Menurut Lulu, 16 titik tersebut belum dapat dibersihkan karena volumenya yang sangat besar dan lokasinya berada di bantaran sungai yang sulit dijangkau.

Selain itu, jenis sampah di beberapa lokasi tidak memungkinkan untuk ditangani hanya melalui jalur air dan membutuhkan akses darat.

Kondisi ini membuat upaya pembersihan memerlukan peralatan serta dukungan yang lebih memadai, terutama di sepanjang Sungai Cibanten yang bersinggungan langsung dengan permukiman padat.

“Jika masih di sungai,bisa kota urai dan larungkan. Namun karena selain volumenya banyak, bisa melalui darat. Padahal dari beberapa titik dari 16 titik sampah tersebut pernah dibersihkan. Namun kembali terjadi penumpukan sampah,” ujar Lulu.

Baca Juga: Sungai Cibanten Dipenuhi Sampah, Relawan Soroti Pentingnya Menjaga Manfaat Sungai untuk Masyarakat

Ia menambahkan, tumpukan sampah yang kembali muncul mencerminkan persoalan serius dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Limbah rumah tangga, plastik sekali pakai, hingga sisa material bangunan masih kerap dibuang ke badan sungai.

Kondisi ini menunjukkan rendahnya kesadaran kolektif masyarakat serta keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah, khususnya di wilayah yang beririsan langsung dengan aliran Sungai Cibanten.

“Terlihat jelas sepanjang aliran sungai adanya penumpukan sampah rumah tangga, plastik, hingga bangkai bangunan. Ini mencerminkan buruknya sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut,” katanya.

Komunitas Peduli Sungai Banten menyatakan telah melaksanakan aksi bersih-bersih di 49 titik sampah di Sungai Cibanten (Bantentv.com/ Jaya)
Komunitas Peduli Sungai Banten menyatakan telah melaksanakan aksi bersih-bersih di 49 titik sampah di Sungai Cibanten (Bantentv.com/ Jaya)

Atas kondisi tersebut, Lulu mendesak Pemerintah Kota Serang untuk kembali menggerakkan instansi terkait bersama masyarakat dalam penanganan sampah sungai.

Ia juga menyampaikan bahwa KPSB telah menjadwalkan kegiatan lanjutan pada 20 dan 21 Desember 2025 untuk melanjutkan aksi bersih-bersih di beberapa kawasan lainnya.

‘”Pada 20 Desember kita akan melalukan bersih-bersih di Sungai yang masuk kawasan Kecamatan Kasemen,dari Kidemang hingga Kenari. Dan pada 21 Desember kita melakukan bersih-bersih dari kawasan bendungan Sindangheula hingga Cigintung,” ujarnya.

Lulu menegaskan, para relawan KPSB akan terus bergerak menjaga kebersihan sungai meskipun hingga kini belum mendapatkan dukungan peralatan dari Pemerintah Kota Serang maupun Pemerintah Provinsi Banten.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -