Pandeglang, Bantentv.com – Pemandangan tidak biasa terlihat di sepanjang pesisir Kabupaten Pandeglang, mulai dari kawasan Carita hingga Labuan. Sepanjang garis pantai, hamparan material gelondongan berbagai ukuran tampak memenuhi bibir pantai.
Tumpukan kayu yang terdampar akibat cuaca ekstrem tersebut justru dimanfaatkan warga setempat dan dianggap membawa keberuntungan tersendiri di tengah kondisi laut yang belum bersahabat.
Fenomena ini diketahui telah berlangsung sekitar tiga hari terakhir. Gelondongan tersebut hanyut terbawa arus gelombang tinggi yang dipicu oleh cuaca buruk di perairan Selat Sunda.
Warga setempat meyakini bahwa material gelondongan tersebut bukan berasal dari wilayah Pandeglang. Dugaan itu muncul karena jenis-jenisnya tidak lazim ditemukan di kawasan hutan lokal.
Beberapa warga menyebut material tersebut kemungkinan besar berasal dari Pulau Sumatera dan terbawa arus laut hingga ke pesisir Banten.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Picu Lautan Sampah dan Kayu Gelondongan di Pesisir Pandeglang
“Sepengetahuan saya, kayu-kayu ini berasal dari Lampung. Jenisnya ada kayu ketapang, jeng-jeng dan mahoni. Ini bukan kayu dari Pandeglang,” ujar Ramin, salah seorang warga Carita saat ditemui di Pantai Laguna, Kamis, 8 Januari 2026.
Ramin mengaku sengaja datang ke pantai untuk memilah material yang masih memiliki nilai ekonomis. Menurutnya, di tengah cuaca yang belum memungkinkan untuk melaut, keberadaan kayu gelondongan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski tidak seluruh gelondongan berada dalam kondisi baik, antusiasme warga tetap terlihat. Sebagian material sudah rusak akibat terendam air laut dan terbentur ombak selama proses hanyut.
Namun, warga tetap mengangkut yang masih kokoh untuk dijadikan bahan bangunan ringan, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Senada dengan itu, Usep, warga lainnya, mengaku tertarik mendatangi pantai setelah mendengar kabar mengenai fenomena yang oleh warga disebut sebagai “tsunami gelondongan” ini Ia menilai kejadian tersebut jarang terjadi dan baru pertama kali disaksikannya secara langsung.
“Saya ambil untuk dijadikan kayu bakar. Memang tidak semuanya bagus, sebagian sudah tidak layak untuk material bangunan. Tapi ini lumayan banget, apalagi jenis kayunya beda, di Pandeglang sebagian tidak ada jenis kayu seperti ini,” kata Usep.
Terdamparnya kayu gelondongan di pesisir Pandeglang menjadi gambaran kuatnya gelombang tinggi dan hujan deras yang melanda wilayah Banten dalam beberapa waktu terakhir.
Meski kondisi pantai tampak dipenuhi material laut, aktivitas warga yang bergotong royong mengangkut gelondongan secara tidak langsung turut membantu membersihkan kawasan wisata pantai dari sisa material yang terbawa arus.