Jumat, Januari 16, 2026
BerandaBeritaInternasionalVenezuela Memanas, AS Klaim Tangkap Maduro dan Siap Kendalikan Negara

Venezuela Memanas, AS Klaim Tangkap Maduro dan Siap Kendalikan Negara

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Situasi Venezuela kian memanas setelah Amerika Serikat mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan menyatakan siap mengendalikan negara tersebut.

Klaim itu disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Washington menuding pemerintahan Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

Baca Juga: AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Pasar Energi Global Bereaksi

Trump mengumumkan keberhasilan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta menyebut langkah tersebut sebagai awal perubahan besar di Venezuela.

Dikutip dari BBC, berikut poin-poin utama pernyataan Trump usai operasi militer Amerika Serikat di Venezuela.

AS Klaim Akan Mengendalikan Venezuela

Trump menyatakan Amerika Serikat akan “mengendalikan” Venezuela hingga tercapai transisi kekuasaan yang disebutnya aman, tertib, dan bijaksana.

Namun, Trump tidak merinci bentuk pengendalian tersebut, termasuk batas waktu maupun mekanisme pemerintahan yang akan diterapkan di Venezuela.

Infrastruktur Minyak Jadi Target Utama

Trump mengklaim perusahaan-perusahaan Amerika Serikat akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang selama ini mengalami kemerosotan.

Menurut Trump, langkah itu akan menghidupkan kembali industri energi Venezuela dan menghasilkan pendapatan bagi negara tersebut.

AS Siap Lakukan Serangan Lanjutan

Trump juga menyatakan Amerika Serikat siap melancarkan serangan lanjutan jika situasi dinilai memburuk. Meski demikian, ia menilai langkah militer tambahan kemungkinan tidak diperlukan.

Tawaran “Kemitraan” dengan Venezuela

Selain kendali politik dan ekonomi, Trump menyebut adanya rencana “kemitraan” antara Amerika Serikat dan Venezuela. Ia mengklaim kemitraan itu akan membuat rakyat Venezuela lebih sejahtera, mandiri, dan aman.

Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa Nicolás Maduro adalah pemimpin yang tidak sah.

Pasca penangkapan, Maduro dan istrinya dilaporkan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba. Tuduhan tersebut sebelumnya telah berulang kali dibantah Maduro.

Pemerintah Venezuela Tegas Menolak Klaim AS

Pemerintah Venezuela langsung merespons klaim Amerika Serikat. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez tampil dalam siaran langsung televisi nasional dan menegaskan bahwa Nicolás Maduro tetap presiden sah Venezuela.

“Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolás Maduro,” tegas Rodríguez.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi klaim Trump yang menyebut Amerika Serikat akan mengendalikan Venezuela pasca-penangkapan Maduro.

Baca Juga: Penangkapan Maduro Berdampak Luas, Ekspor Minyak Venezuela Turun

Rodríguez menyatakan pemerintah siap membela kedaulatan negara dan mengecam keras agresi bersenjata Amerika Serikat.

Ia juga menyerukan masyarakat Venezuela untuk tetap tenang dan bersatu. Pemerintah, kata Rodríguez, telah mengaktifkan dewan pertahanan nasional guna menghadapi situasi darurat.

“Kepada rakyat Venezuela, ada pemerintahan yang sah dan jelas di negara ini,” ujarnya.

Rodríguez menambahkan Venezuela tetap terbuka untuk dialog yang terhormat dan sesuai hukum internasional.

Mahkamah Agung Tunjuk Presiden Sementara

Dalam perkembangan lanjutan, Mahkamah Agung Venezuela memutuskan Delcy Rodríguez mengambil alih peran sebagai presiden sementara.

Menurut Reuters, keputusan tersebut diambil untuk menjamin kesinambungan pemerintahan, administrasi negara, dan pertahanan kedaulatan di tengah absennya Presiden Republik secara paksa.

Mahkamah Agung Venezuela juga akan membahas kerangka hukum lanjutan untuk memastikan stabilitas negara di tengah krisis politik dan keamanan yang terus berkembang.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -