Bantentv.com – Pemerintah Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu.
Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran apabila disepakati kedua belah pihak.
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Kasus Penembakan Diplomat Indonesia di Peru, Kemlu Minta Investigasi Tuntast
Kemlu RI menilai peningkatan ketegangan di kawasan berpotensi mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dan keamanan dunia. Karena itu, upaya diplomasi dinilai perlu terus dikedepankan.
Selain itu, Kemlu RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
Diketahui, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025.
Trump menyatakan operasi militer besar tersebut dilakukan untuk melindungi rakyat Amerika dengan meniadakan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan Pemantauan 30 WNI di Misi Global Sumud Flotilla Gaza
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua berlangsung di Muscat dan Jenewa, membahas pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Editor : Erina Faiha