Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaInternasionalAS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Pasar Energi Global Bereaksi

AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Pasar Energi Global Bereaksi

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Amerika Serikat menggemparkan publik internasional setelah mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyusul tuduhan berbulan-bulan terhadap Maduro terkait perdagangan narkoba dan legitimasi kekuasaannya.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya. Presiden Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap serta diterbangkan keluar negeri,” tulis Trump melalui unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters, Minggu, 4 Januari 2026.

Trump juga menyebut pemerintahannya akan mengelola Venezuela melalui sebuah kelompok khusus di bawah koordinasi Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Rincian teknis kebijakan tersebut akan diumumkan kemudian.

Perkembangan ini langsung memicu respons global. Kelompok OPEC+, yang beranggotakan negara-negara pengekspor minyak termasuk Venezuela dan Rusia, menggelar pertemuan darurat pada Minggu untuk membahas kebijakan produksi minyak.

Pasca ditangkapnya Presiden Venezuela, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela dinilai berpotensi memengaruhi pasar energi global.

Sejumlah ekonom dan pelaku pasar mulai mencermati dampaknya terhadap harga minyak dan saham sektor energi.

Mitra Pengelola Harris Financial Group, Jamie Cox, menilai reaksi pasar secara umum kemungkinan tetap relatif tenang. Namun, saham perusahaan minyak dan pengeboran berpotensi menguat.

“Perusahaan minyak besar dan perusahaan pengeboran kemungkinan akan mengalami kenaikan, seiring spekulasi mengenai pembangunan kembali industri minyak Venezuela,” ujar Cox.

Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas Global dan Riset MENA RBC Capital Markets, Helima Croft, menilai langkah Trump tergolong sangat besar.

Ia mengingatkan sektor minyak Venezuela telah mengalami penurunan selama beberapa dekade.

Selain itu, Croft menyoroti rekam jejak Amerika Serikat dalam perubahan rezim dan pembangunan negara yang kerap menuai keraguan.

Perubahan Geopolitik

Kepala Strategi Ekonomi Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menyebut langkah ini berpotensi membuka cadangan minyak Venezuela dalam jangka panjang.

“Ini soal kapan, bukan apakah. Dari perspektif investasi, ini bisa membuka cadangan minyak dalam jumlah besar dari waktu ke waktu,” kata Jacobsen.

Menurutnya, langkah tersebut juga dapat menjadi sinyal keras bagi kepemimpinan di Iran dan bahkan Rusia terkait kemampuan Amerika Serikat melakukan perubahan geopolitik besar.

Pendiri Fordham Global Foresight, Tina Fordham, mengingatkan optimisme pasar terhadap Venezuela pasca-penangkapan Maduro perlu disikapi dengan hati-hati.

Ia menilai transisi pasca-otoritarianisme kerap berlangsung tidak mulus dan berisiko memicu ketidakstabilan politik dan ekonomi.

Meski demikian, Fordham memperkirakan kabar ini dapat memicu sentimen positif pada awal perdagangan pekan depan, khususnya di sektor energi.

“Untuk pembukaan perdagangan hari Senin, saya pikir ini akan memicu semangat pasar. Ini juga bisa berdampak pada dinamika di Iran,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar energi dan negara konsumen yang selama ini tertutup bagi investor internasional berpotensi mulai terbuka, meski dengan risiko yang tetap tinggi.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -