Lebak, Bantentv.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak terus memantau perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Pemantauan ini dilakukan karena beberapa komoditas diketahui kerap mengalami kenaikan harga pada periode tersebut, terutama telur, minyak goreng, dan cabai merah.
Selain itu, komoditas hortikultura seperti tomat juga rentan mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca.
Disperindag Lebak menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang kerap menjadi penyebab meningkatnya harga bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Disperindag Lebak Tanggapi Kelangkaan Gas Melon
Faktor pertama adalah tingginya permintaan konsumen yang meningkat signifikan pada akhir tahun.
Sedangkan faktor kedua berkaitan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada produksi petani.
Cuaca ekstrem membuat cabai dan tomat sering mengalami gagal panen, dan pada akhirnya pasokan ke pasar menjadi berkurang.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, menyampaikan bahwa pihaknya tetap melakukan monitoring intensif untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok hingga akhir Desember.
“Sampai dengan minggu pertama bulan Desember, karena memang Nataru masih 3 minggu ke depan, sejauh ini masih stabil, jadi belum ada kenaikan. Mudah-mudahan jika nanti ada kenaikan, tidak begitu signifikan,” ujar Yani.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, ketersediaan sejumlah bahan pangan masih aman. Pemerintah daerah juga terus memantau kemungkinan kenaikan harga yang berpotensi terjadi agar dapat diantisipasi sejak dini.
“Yang betul-betul kita monitoring bagaimana ketersediaan ini masih mencukupi. Jadi kalau ketersediaan cukup, permintaan banyak, ya kita tidak begitu khawatir,” kata Yani.