Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaDinkes Cilegon Gelar Kampanye Cegah Stunting Bersama Kader dan Ibu Balita

Dinkes Cilegon Gelar Kampanye Cegah Stunting Bersama Kader dan Ibu Balita

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Dinas Kesehatan Kota Cilegon menggelar kampanye pencegahan stunting pada 4 Desember 2025 di halaman rumah dinas Wali Kota Cilegon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tingkat kota.

Melalui acara tersebut, puluhan kader posyandu, tenaga kesehatan puskesmas, dan para ibu balita mendapatkan pelatihan serta edukasi yang lebih terarah mengenai upaya mencegah stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa pelatihan ini disusun agar para kader, tenaga kesehatan, serta orang tua dapat memahami langkah pencegahan secara menyeluruh.

Baik edukasi mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, maupun hal-hal teknis lain yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak turut diberikan dalam kegiatan tersebut.

Dinkes Cilegon menghgelar kampanye cegah stunting (Bantentv.com/ Ali)
Dinkes Cilegon menghgelar kampanye cegah stunting (Bantentv.com/ Ali)

Menurutnya, langkah-langkah ini menjadi penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Cilegon.

“Hampir semua diintervensi secara spesifik, mulai dari ibu hamil. Kemudian juga dari imuniasi, dosisnya lengkap atau tidak, itu termasuk intervensi yang spesifik dan sudah rutin dilaksanakan,” ujar Ratih.

Baca Juga: Stunting Masih Menghantui, Segera Lakukan Hal ini!

Sementara itu, P-L-T Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan harapan agar seluruh industri di wilayah Cilegon dapat ikut berkontribusi melalui program CSR.

Ia menekankan bahwa dukungan dari dunia usaha dapat menjadi penguat untuk membantu pemerintah menekan angka stunting yang masih tersisa.

“Tentunya kami berharap bukan hanya perusahaan-perusahaan tersebut saja, tapi perusahaan yang lain pun sama, agar CSR yang menjadi kewajiban perusahaan salah satunya bisa dikontribusikan untuk pencegahan stunting, khususnya yang ada di kota Cilegon,” ujar Ahmad Aziz.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, jumlah kasus stunting di Kota Cilegon per Agustus 2025 tercatat masih berada pada angka 813 kasus.

Data tersebut menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan, terutama melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -