BerandaBeritaDindikbud Kota Serang Targetkan Nol Buta Aksara Al-Qur’an pada Juni 2026

Dindikbud Kota Serang Targetkan Nol Buta Aksara Al-Qur’an pada Juni 2026

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) terus menggenjot penuntasan buta aksara Al-Qur’an melalui program Kota Serang Mengaji. Targetnya, seluruh lulusan SD dan SMP sudah mampu membaca Al-Qur’an pada Juni 2026.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan program tersebut diproyeksikan menjadi indikator penilaian kelulusan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP di Kota Serang.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Nuri saat menghadiri kegiatan Serang Mengaji dan Tarhib Ramadan di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat, 13 Februari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 10.000 peserta. Peserta terdiri atas sekitar 6.000 pelajar SMP di bawah naungan Dindikbud Kota Serang. Selain itu, ada 2.000 siswa binaan Kementerian Agama, serta 2.000 santri.

Baca Juga: Hadirkan Kesetaraan, Program ‘Serang Mengaji’ Juga Didorong bagi Siswa Non-Muslim

Ahmad Nuri mengungkapkan, jumlah siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an menunjukkan penurunan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 1.800 murid, kini tersisa kurang lebih 600 siswa.

“Kami fokus pada kelas 9 SMP dan kelas 6 SD. Targetnya, saat kelulusan Juni 2026 nanti, seluruh lulusan sudah bisa membaca Al-Qur’an. Ini menjadi target awal sekaligus indikator penilaian,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Dindikbud Kota Serang telah menyiapkan skema pembinaan terstruktur. Siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan, mulai dari tahap pengenalan huruf hijaiyah hingga pemantapan tajwid dan makharijul huruf.

“Jika di sekolah terdapat keterbatasan guru agama atau guru mengaji, Satgas Kota Serang Mengaji akan menyuplai tenaga pengajar melalui Relawan Qur’ani,” jelas Ahmad Nuri.

Gerakan Maghrib Mengaji

Ia menambahkan, bagi siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, pembinaan akan ditingkatkan ke program tahfidz serta pembinaan qori.

Kegiatan dilakukan melalui pembiasaan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hingga tadarus bersama di lingkungan sekolah.

Selain menyasar pendidikan formal, Pemerintah Kota Serang juga mendorong partisipasi masyarakat melalui pengaktifan kembali gerakan Maghrib Mengaji.

Baca Juga: Program Serang Mengaji Budi-Agis Tekan 780 Murid SMP dari Buta Huruf Al-Quran

“Program ini tidak hanya berjalan di sekolah, tetapi juga di surau, masjid, pondok pesantren, hingga kediaman para kiai yang bersedia menghibahkan waktunya untuk mengajar,” tambahnya.

Melalui gerakan yang masif dan berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kota Serang berharap tidak ada lagi lulusan SMP di daerah itu yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Dengan demikian, saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya siswa sudah bisa membaca Al-Qur’an.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -