Pandeglang, Bantentv.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang kembali memicu bencana alam. Kali ini, musibah menimpa Nenek Ibah, warga Kampung Dukuh Mukti, Desa Saketi, Kecamatan Saketi. Rumahnya mengalami kerusakan berat setelah tebing di belakang bangunan longsor pada Jumat malam, 16 Januari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Saketi selama berjam-jam. Kondisi tanah yang labil tidak mampu menahan resapan air hingga akhirnya tebing runtuh sekitar pukul 21.00 WIB.
Material longsor menyeret bagian belakang rumah korban. Akibatnya, dinding roboh dan lantai rumah amblas, sehingga bangunan tidak lagi layak untuk dihuni.
“Keadiannya sekitar jam sembilan malam saat hujan lebat disertai angin kencang. Longsor terjadi dua kali. Alhamdulillah, seluruh anggota keluarga sempat menyelamatkan diri, meski anak saya hampir tertimpa karena sedang tidur di kamar yang terdampak,” ujar Wahid Hasyim, putra Nenek Ibah, Minggu, 17 Januari 2026.
Baca Juga: Tanah Longsor Timbun Dua Pekerja Bangunan di Saketi, Satu Diantaranya Meninggal Dunia
Di usia lanjutnya, Nenek Ibah kini kehilangan tempat tinggal. Demi keselamatan, ia bersama anak dan cucunya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena kondisi bangunan dinilai masih rawan dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Pihak keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang untuk perbaikan rumah.
“Kerugian sekitar Rp50 juta. Sekarang orang tua kami ungsikan dulu karena kondisi sangat berbahaya. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar Nenek bisa kembali tinggal dengan aman,” tambah Wahid.
Sementara itu, warga sekitar bergotong royong membersihkan sisa material longsor sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Editor : Erina Faiha