Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaCuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Labuan Enggan Melaut

Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Labuan Enggan Melaut

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Cuaca buruk disertai angin kencang yang memicu gelombang tinggi di perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada aktivitas masyarakat pesisir.

Kondisi laut yang tidak bersahabat dinilai berisiko dan berpotensi membahayakan keselamatan, sehingga sebagian besar warga yang menggantungkan hidup dari laut memilih menunda aktivitas melaut hingga situasi kembali memungkinkan.

Pantauan di muara pantai Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan perahu-perahu yang tetap bersandar. Angin kencang yang terus bertiup membuat gelombang laut meningkat hingga sekitar empat sampai lima meter.

Baca Juga: 599 Paket Beras CPP disalurkan untuk Nelayan Terdampak Cuaca Ekstrem

Situasi ini membuat nelayan setempat enggan mengambil risiko, mengingat keselamatan menjadi pertimbangan utama dibandingkan hasil tangkapan.

Untuk mengisi waktu selama cuaca belum membaik, sebagian warga memilih melakukan aktivitas perawatan peralatan. Perbaikan jaring dan pengecekan kondisi kapal dilakukan agar ketika cuaca kembali normal, kegiatan melaut dapat segera berjalan.

“Dari pada saya menganggur di rumah, mending ke sini untuk memperbaiki jala, atau cek kondisi kapal,” ucap Darsono, salah seorang nelayan.

Nelayan di Labuan enggan melaut karena kondisi cuaca yang buruk (Bantentv.com/ Rangga)
Nelayan di Labuan enggan melaut karena kondisi cuaca yang buruk (Bantentv.com/ Rangga)

Meski terdapat beberapa orang yang tetap memaksakan diri pergi ke laut, hasil yang diperoleh dinilai tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi.

Dampak ekonomi pun mulai dirasakan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi terdesak, sebagian warga terpaksa mencari pinjaman, baik kepada tetangga maupun melalui layanan bank keliling.

“Kalau nelayan tidak melaut seperti sekarang ini, solusinya yaa paling utang, kadang lewat bank,” sambungnya.

Situasi ini menunjukkan bagaimana ketergantungan pada faktor alam masih menjadi tantangan besar bagi nelayan di wilayah pesisir.

Mereka berharap cuaca ekstrem segera berlalu agar aktivitas di laut dapat kembali berjalan normal dan roda ekonomi keluarga kembali berputar.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -